Bengkalis ( Kemenag )— Meskipun belum berhasil meraih posisi puncak, Kafilah Kabupaten Kampar tetap menunjukkan performa membanggakan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Riau 2025 yang digelar di Kabupaten Bengkalis. Kampar menempati peringkat ke-6, dengan raihan 12 gelar juara dan 14 gelar harapan dari berbagai cabang lomba.
Torehan prestasi tersebut terdiri dari:
 5 Juara I, 4 Juara II, 3 Juara III
8 Harapan I, 5 Harapan II, 1 Harapan III
Berbagai cabang yang menyumbang medali di antaranya Tartil Qur'an, Tilawah, Syarhil Qur’an, Fahm Qur’an, Hifzh, dan cabang tunanetra, baik untuk putra maupun putri. Peserta-peserta muda asal Kampar tampil dengan dedikasi tinggi, menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri dan masyarakat Riau.
Meski belum mampu menembus lima besar, Kepala Kantor Kemenag Kampar H. Fuadi Ahmad, SH, MAB menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas semangat juang seluruh peserta. “Peringkat enam bukan akhir dari segalanya. Ini adalah hasil dari proses panjang dan kerja keras para peserta, pelatih, dan official. Kita akan terus melakukan evaluasi menyeluruh sebagai langkah perbaikan ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Kasi Bimas Islam H. Zulfaimar, S.Ag, MAP, yang turut hadir mendampingi kafilah, juga memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para peserta dan official. Dalam pernyataannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang diraih, serta pentingnya menjadikan MTQ sebagai ajang pembinaan karakter Qur’ani.
 “Alhamdulillah, meski belum menjadi juara umum, Kampar tetap mampu menunjukkan eksistensi dan semangat juang yang luar biasa. Kita patut bangga atas capaian ini. Namun lebih dari itu, MTQ harus menjadi sarana memperkuat cinta Al-Qur’an, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat terus belajar dan berbenah,” ujar H. Zulfaimar.
Ia juga menambahkan bahwa Kemenag Kampar akan terus mendukung upaya pembinaan peserta MTQ sejak dini, dengan sinergi antara madrasah, pesantren, TPA/TPQ, serta lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an lainnya.
Ajang MTQ bukan sekadar kompetisi, namun momentum spiritual dan pembuktian bahwa cinta terhadap Al-Qur’an mampu membentuk pribadi-pribadi tangguh, santun, dan berprestasi. Kafilah Kampar bertekad menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi dan titik tolak menuju prestasi yang lebih baik di masa mendatang. Pungkas Faimar ( Fatmi )