Riau (Kemenag) – Pelaksanaan Ibadah Haji 1446 H / 2025 M dinilai sukses dan berjalan lancar. Seluruh jemaah dari Provinsi Riau mengikuti rangkaian ibadah hingga pemulangan ke tanah air tanpa kendala berarti. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi M.Pd. dalam Dialog Interaktif RRI Pekanbaru Pagi, Pro 1, yang disiarkan langsung pada Jumat (18/7) pukul 08.00 WIB.
Dialog ini menghadirkan evaluasi menyeluruh atas penyelenggaraan haji tahun ini yang mengalami sejumlah perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu perubahan besar adalah skema layanan yang kini tidak lagi berbasis kloter (kelompok terbang), melainkan dikelola oleh delapan Syarikah (penyedia layanan) yang ditunjuk langsung oleh pemerintah Arab Saudi. Meski sempat menimbulkan tantangan di tahap awal, khususnya karena waktu persiapan administrasi yang sangat sempit hanya satu bulan — termasuk proses istito’ah atau penetapan kelayakan kesehatan jemaah — seluruh tahapan berhasil dilalui dengan baik.
“Kita patut bersyukur, seluruh jemaah dari Riau dapat menjalani ibadah dengan lancar, aman, dan tertib. Bahkan tidak ada laporan kehilangan barang sebagaimana biasanya terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Ini menunjukkan efektivitas sistem baru dan peningkatan kesadaran jemaah,” ungkap Muliardi dalam siaran tersebut.
Kebijakan sistem Nusuk yang diterapkan pemerintah Arab Saudi juga dinilai memberikan dampak positif terhadap keamanan dan ketertiban jemaah. Tercatat sebanyak 221.000 jemaah haji asal Indonesia berangkat tahun ini, menjadikan Indonesia sebagai negara pengirim jemaah terbanyak di dunia. Dialog interaktif ini juga melibatkan partisipasi empat penelpon dari masyarakat yang menyampaikan apresiasi sekaligus harapan untuk perbaikan-perbaikan layanan haji ke depan.
Sebagai penutup, Kakanwil menyampaikan tiga pesan penting:
1. Siapkan mental dan spiritual sejak awal. Tujuan utama berhaji adalah meraih keridhaan Allah SWT, maka niat dan persiapan ruhiyah harus menjadi prioritas.
2. Inovasi manasik haji. Mengingat haji adalah ibadah fisik, manasik perlu diperkaya dengan latihan fisik dan pembinaan kebugaran jemaah sebelum keberangkatan.
3. Doa agar menjadi haji yang mabrur. “Semoga seluruh jemaah kita menjadi haji yang mabrur, yang pulang membawa keberkahan bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat.
Dialog ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji, demi kepuasan dan keselamatan jemaah dari Provinsi Riau dan seluruh Indonesia. "Pergi Senyum, Pulang Bahagia", ungkap Muliardi merangkum pelaksanaan Haji tahun ini. #