0 menit baca 0 %

Evaluasi Kompetensi, Siswa Camp Inggris dan Arab MAN 1 Ikuti Ujian Tengah Program

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Kamis 17 Oktober 2024 siswa Camp Inggris dan Arab di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kuansing menggelar ujian tengah program . Kegiatan ini diadakan sebagai evaluasi kemampuan siswa dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab setelah mengikuti program pembelajaran intensif selama tiga bulan p...

Kuansing (Kemenag) - Kamis 17 Oktober 2024 siswa Camp Inggris dan Arab di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kuansing menggelar ujian tengah program . Kegiatan ini diadakan sebagai evaluasi kemampuan siswa dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab setelah mengikuti program pembelajaran intensif selama tiga bulan pada semester ganjil 2024/2025.  

Ujian Tengah program camp ini di ikuti oleh 91 orang siswa – siswi camp inggris generasi Ke-18 dan camp arab generasi Ke-14 bersama native speakers Mr. John Porter berkebangsaan Amerika dan syekh Abdurrahman Rajab berkebangsaan Mesir.

Ujian diadakan dalam bentuk penyampaian presentasi dari setiap siswa, dilanjutkan dengan tanya jawab dari penguji. It's challenging, ya itulah yang dirasakan oleh para siswa ketika ditanya apa yang mereka rasakan dalam menghadapi ujian speaking ini. 

Sebagai bagian dari program camp yang di jalani selama enam bulan, ujian tengah program ini sebuah keharusan yang harus dilalui oleh setiap siswa camp untuk bisa menyelesaikan program camp. Bukan hanya itu, ujian-ujian reguler justeru mereka dapatkan setiap pekan untuk mengevaluasi sudah sejauh mana capaian pembelajaran selama ini. 

sebagai konsekwensi komitmen program, setelah ujian tengah program ini, siswa camp tidak dibolehkan lagi berbicara dalam bahasa Indonesia apalagi bahasa lokal. satu-satunya bahasa komunikasi harian di camp adalah bahasa Inggris bagi peserta camp Inggris, dan bahasa Arab bagi peserta camp Arab.

Kegiatan ujian dibuka oleh kepala madrasah H. Suhelmon pada saat pembukaan acara seminar bahasa internasional yang diadakan pada hari yang sama. “Saya ingin menekankan bahwa belajar bahasa bukan hanya tentang menghafal kosakata atau tata bahasa, tetapi juga tentang memahami budaya dan cara berpikir orang lain. Dengan memahami bahasa, kita juga dapat memahami perspektif dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat lain," katanya.

"Oleh karena itu, mari kita jadikan seminar ini sebagai momentum untuk memperluas wawasan kita dan meningkatkan keterampilan komunikasi kita dalam bahasa internasional,” tambah Suhelmon.

Diakhir sambutan beliau menegaskan bahwa" MAN 1 berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan bahasa asing di madrasah dan berharap program ini dapat berjalan dengan sukses serta memberikan manfaat besar bagi para siswa ke depannya," tutupnya. (LZ )