Kuansing (Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya mengadakan rapat tindak lanjut program Penyuluh Agama Islam dalam upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur'an di sekolah-sekolah yang ada di wilayah tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan membaca Al-Qur'an bagi anak-anak remaja usia sekolah, terutama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriyah. Pada Jum'at 21 Februari tahun 2025.Â
Rapat ini dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, para penyuluh agama Islam, serta penghulu yang telah berpartisipasi dalam program ini.Â
Dalam pertemuan tersebut, dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya guna mengidentifikasi tantangan serta mencari solusi untuk meningkatkan efektivitas kegiatan ke depan.Â
Berkaitan juga akan memasuki bulan Ramadhan tentu dengan program keagamaan yang lebih mendalam nanti nya di sekolah sekolah binaan Penyuluh Agama Islam Kantor KUA Kecamatan Sentajo Raya akan lebih di maksimalkan.
Sebagai langkah strategis menyambut bulan Ramadhan, durasi pertemuan bersama anak-anak dan remaja akan diperpanjang.Â
" Hal ini bertujuan agar para peserta mendapatkan pembelajaran yang lebih mendalam dan bimbingan yang optimal dalam membaca serta memahami Al-Qur'an," tutur Ridwan.
Dengan demikian, diharapkan program keagamaan ini dapat berjalan dengan lebih lancar dan sukses selama bulan suci berlangsung.
Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya Rindra Febrian menegaskan bahwa program pemberantasan buta aksara Al-Qur'an ini tidak hanya menjadi bagian dari pendidikan agama di sekolah, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas pemahaman keagamaan generasi muda.Â
"Beliau juga berharap adanya sinergi antara pihak sekolah, penyuluh agama, serta orang tua dalam mendukung kegiatan ini agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi para siswa," ungkap Rindra Febrian.
Dengan adanya langkah konkret ini, diharapkan anak-anak remaja di Kecamatan Sentajo Raya semakin terbiasa dan terampil dalam membaca Al-Qur'an, sehingga nilai-nilai keislaman dapat tertanam kuat dalam kehidupan mereka, khususnya selama bulan Ramadhan dan seterusnya.Â
"Program ini juga menjadi bagian dari komitmen KUA dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia," imbuh Rindra.(RDW)