0 menit baca 0 %

Fenomena Alam Istiwa A’zam" atau "Rashdul Kiblat" Bantu Verifikasi Penentuan Arah Kiblat

Ringkasan: Riau (Kemenag) --- Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan masyarakat dalam melakukan verifikasi penentuan arah Kiblat. Diantaranya menggunakan kompas, teodolit, serta fenomena posisi matahari melintasi tepat di atas Ka bah yang dikenal dengan istilah "Istiwa A zam" atau "Rashdul Kiblat".

Riau (Kemenag) --- Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan masyarakat dalam melakukan verifikasi penentuan arah Kiblat. Diantaranya menggunakan kompas, teodolit, serta fenomena posisi matahari melintasi tepat di atas Ka’bah yang dikenal dengan istilah "Istiwa A’zam" atau "Rashdul Kiblat".

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Kepala Bidang Urusan Agama Islam H. M. Fakhri mengatakan upaya verifikasi arah kiblat dapat dilakukan melalui berbagai teknis, mulai dari menggunakan alat seperti kompas, teodolit juga bisa melakukannya melalui fenomena alam. Seperti yang akan terjadi pada tanggal 27 dan 28 Mei Mendatang. Masyarakat dapat memverifikasi penentuan arah kiblat nya"

Lebih lanjut Kabid yang lebih akrab disapa Ustadz Fakri ini mengatakan pada tanggal tersebut posisi matahari melintasi tepat di atas Ka’bah yang dikenal dengan istilah "Istiwa A’zam" atau "Rashdul Kiblat.

" berdasarkan data astronomis bahwa pada hari Selasa dan Rabu tanggal 27 dan 28 Mei 2025 M bertepatan tanggal 29 Zulkaidah dan 1 Zulhijjah 1446 H pada pukul 16:18 WIB / 17:18 WITA matahari melintas tepat di atas Ka’bah, sehingga arah kiblat searah dengan matahari yang ditandai oleh bayang-bayang benda tegak lurus di mana pun akan membelakangi arah kiblat. Bagi umat Islam yang ingin mempunyai pedoman arah kiblat dapat menyesuaikan dengan arah bayang-bayang benda tersebut".

Namun begitu masyarakat harus mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan dalam verifikasi penetapan arah kiblat ini dengan:
• Pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau menggunakan lot/bandul.
• Permukaan dasar/alas harus datar dan rata.
• Jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom.

Kanwil Kemenag Riau telah menyampaikan surat kepada Ka Kan Kemenag dan Ka KUA Se Provinsi Riau untuk melakukan kalibrasi kiblat pada waktu tersebut secara serentak dan sekaligus sebagai bentuk sosialisasi untuk mengajak masyarakat  melakukan kalibrasi kiblat minimal di tempat tinggal masing- masing atau kiblat di rumahnya.

Oleh karena itu "Kami berharap kepada masyarakat dapat mempedomani salah satu upaya kita untuk mendekati kebenaran dalam penetapan arah kiblat dengan memanfaatkan fenomena alam ini". Tutup Ustad Fakhri.