0 menit baca 0 %

Fitri Dewi Muspika Dorong Anak Desa Sampurago Rajin Mengaji di Waktu Magrib

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) 3 November 2025, Senja di Desa Sampurago, Kecamatan Hulu Kuantan, terasa lebih bermakna ketika lantunan ayat suci Al-Qur an menggema dari Masjid Baitul Amanah  yang berada di tengah kampung. Di antara suara anak-anak yang melafalkan huruf hijaiyah dengan semangat, tampak sosok Pe...


Kuansing (Kemenag) — 3 November 2025, Senja di Desa Sampurago, Kecamatan Hulu Kuantan, terasa lebih bermakna ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari Masjid Baitul Amanah  yang berada di tengah kampung. Di antara suara anak-anak yang melafalkan huruf hijaiyah dengan semangat, tampak sosok Penyuluh Agama Islam, Fitri Dewi Muspika, yang sabar membimbing mereka satu per satu dalam kegiatan Magrib Mengaji.

Program Magrib Mengaji ini merupakan salah satu upaya Fitri Dewi untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Ia meyakini bahwa waktu magrib bukan hanya saat untuk beristirahat, tetapi juga waktu yang penuh keberkahan untuk memperkuat iman dan karakter generasi muda.

 “Saya ingin anak-anak terbiasa mengisi waktu magrib dengan kegiatan yang bermanfaat, terutama membaca dan memahami Al-Qur’an. Inilah bekal utama mereka menghadapi masa depan,” ujar Fitri Dewi dengan penuh semangat.

Setiap sore menjelang magrib, anak- anak berkumpul di masjid dengan membawa Iqra’ dan mushaf masing-masing. Suasana sederhana namun penuh kehangatan ini menjadi pemandangan rutin yang menenangkan hati. Para orang tua pun menyambut positif kegiatan tersebut karena dapat mengalihkan anak-anak dari kebiasaan bermain gadget di waktu magrib.

Selain mengajarkan bacaan Al-Qur’an, Fitri Dewi juga menyisipkan pesan moral dan kisah-kisah teladan dari Nabi serta sahabat Rasulullah. Dengan pendekatan yang lembut dan menyenangkan, anak-anak merasa termotivasi untuk terus belajar tanpa rasa bosan.

“Anak-anak di Desa Sampurago memiliki semangat luar biasa. Saya berharap mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang cinta ilmu dan berakhlak mulia,” tambahnya.

Melalui program sederhana ini, Fitri Dewi Muspika berharap tradisi Magrib Mengaji dapat menjadi kebiasaan baik yang terus hidup di tengah masyarakat Desa Sampurago, serta menjadi langkah kecil yang membawa berkah besar bagi kehidupan umat. (FDM)