Kuansing (Kemenag) — Upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an terus digalakkan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Hulu Kuantan. Salah satunya oleh Fitri Dewi Muspika, yang pada Selasa, 05 Agustus 2025, turut melaksanakan bimbingan intensif perdana kepada siswa-siswi SMAN 1 Hulu Kuantan dalam program buta aksara Al-Qur’an.
Dari total 39 (tiga puluh sembilan) siswa/i yang terdata masih buta aksara Al-Qur’an, Fitri membimbing secara langsung 7 (Tujuh) siswa binaan. Hal ini dilakukan karena pembinaan dibagi secara merata bersama 6 (enam) rekan Penyuluh Agama Islam lainnya.
Meski merasa prihatin dengan kondisi para siswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an, Fitri tidak patah semangat. Ia justru menjadikan kenyataan ini sebagai motivasi untuk terus bergerak dan mengedukasi.
“Sungguh memprihatinkan, tetapi ini bukan akhir. Justru dari sinilah kita harus mulai membina dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,” ungkap Fitri usai kegiatan berlangsung.
Fitri juga tak henti memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak agar mau belajar dengan giat dan tidak malu untuk memulai dari dasar. Menurutnya, generasi muda adalah harapan bangsa, dan kemampuan membaca Al-Qur’an adalah bagian penting dari pembentukan karakter dan akhlak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama antara KUA Hulu Kuantan dan SMAN 1 Hulu Kuantan dalam rangka membina siswa-siswi agar terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. Pihak sekolah pun menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan tersebut.
"Seperti inilah kondisi siswa/i kami, kami sayangat bergarap dengan bantuan bapak/ibu PAI dalam pembinaan ini", ungkap kepsek Ziyadul Kamal
Fitri juga Tegaskan Komitmen Bebaskan Siswa dari Buta Aksara Al-Qur’an di SMAN 1 Hulu Kuantan. (FDM)