0 menit baca 0 %

Fitri Dewi Muspika Teguhkan Misi Bebaskan Siswa SMAN 1 Hulu Kuantan dari Buta Aksara Al-Qur’an.

Ringkasan: Kuansing (Kemenag)- Selasa, 19 Agustus 2025, jm 07.00-07.45 wib. Upaya memberantas buta aksara Al-Qur an terus digalakkan oleh penyuluh agama Islam Kecamatan Hulu Kuantan, Fitri Dewi Muspika. Di SMAN 1 Hulu Kuantan, ia mengemban amanah untuk membimbing siswa yang masih kesulitan membaca Al-Qur an de...

Kuansing (Kemenag)- Selasa, 19 Agustus 2025, jm 07.00-07.45 wib. Upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an terus digalakkan oleh penyuluh agama Islam Kecamatan Hulu Kuantan, Fitri Dewi Muspika. Di SMAN 1 Hulu Kuantan, ia mengemban amanah untuk membimbing siswa yang masih kesulitan membaca Al-Qur’an dengan menggunakan metode Iqra’.

Dari 39 siswa yang dibagi bersama rekan-rekan PAI lainnya, Fitri secara khusus mendampingi 7 siswa, yaitu Rendi, Rifi, Uul, Apriandi, Wanzafin, Tio, dan Asraf. Selama beberapa kali pertemuan, anak-anak tersebut mulai mampu memahami huruf hijaiyah serta membedakan cara bacanya.

Fitri tidak hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi juga menghadirkan pendekatan kreatif agar siswa lebih mudah mengingat huruf. Misalnya, huruf Shod diibaratkan dengan kata “soto” dan huruf Sya dianalogikan dengan "menghalau ayam". Cara unik ini terbukti efektif membuat siswa lebih cepat mengenal huruf dan bacaan Al-Qur’an.

“Dengan teknik seperti ini anak-anak lebih mudah mengingat. Cara ini sudah sering saya terapkan pada anak binaan mengaji yang lain, dan hasilnya sangat bagus,” ujar Fitri.

Semangat Fitri Dewi Muspika menjadi bukti nyata komitmen penyuluh agama Islam dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang mampu membaca dan memahami kitab suci, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an sejak dini. (FDM)