FKUB Siak Gelar Sosialisasi Kerukunan Umat Beragama
Ringkasan:
Siak Sri Indarapura, 27/1 (Humas)- Kerukunan antar umat beragama di suatu wilayah akan mencerminkan daerah tersebut aman dari berbagai hal gesekan antar agama. gesekan yang dimaksud yakni klaim kebenaran dan klaim keselamatan. Kunci kerukunan terletak pada komunikasi dan informasi serta edukasi dika...
Siak Sri Indarapura, 27/1 (Humas)- Kerukunan antar umat beragama di suatu wilayah akan mencerminkan daerah tersebut aman dari berbagai hal gesekan antar agama. gesekan yang dimaksud yakni klaim kebenaran dan klaim keselamatan. Kunci kerukunan terletak pada komunikasi dan informasi serta edukasi dikalangan pemuka agama.
Pernyataan tersebut disampaikan Dosen IAIN Medan Prof DR HM Ridwan Lubis dalam acara sosialisasi sekaligus mempertegas Peraturan Bersama Menteri Agama (Menag) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 9 dan 8 tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan pendirian rumah ibadat, Selasa (26/1) di gedung Tengku maharatu, Siak Sri Indrapura.
Sosialisasi yang digelar oleh FKUB Kabupaten Siak di ikuti oleh peserta dari tokoh agama dan dibuka oleh Sekda Siak Drs H Adli Malik. Acara dihadiri oleh Kakanwil Depag Riau Drs H Asyari Nur SH MM, Kakandepag Siak HM Syukur SHI, Ketua FKUB Siak H Faturrahman dan Sekretaris FKUB Riau H Fajeriansyah Lc.
Sosialisasi putusan bersama dua menteri dengan menghadirkan dua pembicara, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan juga Kakanwil Depag Riau Drs H Asyari Nus SH MM menyikapi persoalan antar umat beragama yang terjadi di Indonesia. Karena terkadang gesekan yang terjadi di arus bawah yakni masyarakat selalu diletuskan oleh para petinggi negeri, sehingga yang menjadi korban adalah masyarakat.
Kita harus bisa memaknai kerukunan dan hakikat kerukunan umat antar umat beragama. Jadi keduanya kita pegang dengan baik, maka kita yakin kehidupan di dunia ini akan aman. Karena semua umat menjalankan ajaran agamanya masing-masing dengan baik, jelas Ridwan Lubis.
Makanya kunci kerukunan itu adalah komunikasi dan saling memberikan informasi serta pendidikan yang berkelanjutan dikalangan pemuka agama. Maka dakwah FKUB dibuat pemerintah secara nasional dan kegiatannya bersifat lokal. (js)