0 menit baca 0 %

Gelar Karya P5RA MAN 2 Kepulauan Meranti Berlangsung Mewah dan Semarak

Ringkasan: Meranti(Kemenag)- MAN 2 Kepulauan Meranti melaksanakan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5RA) yang juga bertepatan dengan semangat memperingati hari Sumpah Pemuda. Kegiatan yang mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika ini, dilaksanakan dihalaman madrasah, Ra...

Meranti(Kemenag)- MAN 2 Kepulauan Meranti melaksanakan Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA) yang juga bertepatan dengan semangat memperingati hari Sumpah Pemuda. Kegiatan yang mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika ini, dilaksanakan dihalaman madrasah, Rabu(30/10/2024).

Kegiatan ini dirancang untuk memperkokoh rasa persatuan di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia. Dihadiri berbagai kalangan dari pejabat pemerintahan hingga tokoh masyarakat, acara ini berlangsung meriah dan penuh khidmat. 

Kegiatan dimulai dengan serangkaian kegiatan yang berfokus pada nilai-nilai kebhinekaan. Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti Sulman beserta rombongan, Korwil Pendidikan Kecamatan Rangsang Barat, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Kepala Madrasah dan sekolah di wilayah Rangsang Barat, Ketua MUI Kecamatan Rangsang Barat, perwakilan KUA, Camat Rangsang Barat, serta sejumlah tokoh masyarakat dan wali siswa. Kehadiran mereka menjadi simbol kebersamaan dan dukungan penuh terhadap pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan diawali dengan tasmi’ Qur’an yang dibawakan oleh Muhammad Farhan, Fikri Hanif, dan siswa-siswa program hafalan Qur’an lainnya. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dan menghadirkan suasana sakral yang mengawali hari dengan penuh makna. Lalu, diiringi tabuhan kompang oleh para siswa MAN 2 Kepulauan Meranti, Kepala Kantor Kemenag beserta rombongan disambut dengan pengalungan bunga dan persembahan silat yang dipersembahkan oleh Muhammad Rafli.

Suasana semakin meriah saat acara dilanjutkan dengan pembacaan susunan acara dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia oleh Nurfazia, bahasa Inggris oleh Muhammad Zain Faizin, dan bahasa Arab ole hFahrea Shafira. Tilawah Qur’an yang dibacakan oleh Ilfayu Lailatul Maghfirah, seorang Qoriah MTQ tingkat provinsi yang juga penghafal Qur’an, menambah keagungan acara ini. Seluruh hadirin lalu bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, menciptakan suasana penuh semangat dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Ketua MUI Rangsang Barat memimpin doa keberkahan, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar semua madrasah dapat berkembang dengan baik di bawah lindungan-Nya, dan berharap madrasah menjadi tempat berkah bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Doa ini menjadi doa bersama yang dipanjatkan untuk kelangsungan pendidikan berbasis agama yang lebih baik di masa depan.

Sambutan utama disampaikan oleh Sulman, yang secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya. Sulman menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan, sebuah kekayaan yang membuat Indonesia begitu unik. “Indonesia dengan berbagai ragamnya masih bisa bersatu, kita harus bangga. Banyak negara lain justru menghadapi konflik karena perbedaan,” ujarnya. 

Sulman juga menegaskan pentingnya kreativitas dan keterampilan yang diterapkan dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5RA), terutama dalam memanfaatkan barang-barang bekas untuk meningkatkan kreativitas siswa. 

Kepala MAN 2 Kepulauan Meranti, Syar’an Susilo, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya nilai kebersamaan dalam keberagaman. "Tema yang diusung adalah Bhinneka Tunggal Ika. Selamat menikmati tampilan kreasi dari anak-anak yang telah dibimbing oleh fasilitator masing-masing," ungkapnya. Syar'an juga menyampaikan apresiasi kepada siswa yang sudah berani tampil di hadapan publik, meski masih dalam proses belajar. "Yang dinilai bukan hasil akhir saja, tetapi juga proses menuju kesempurnaan," jelasnya.

Setelah sambutan, kegiatan dibuka dengan membaca basmalah dan diiringi tabuhan kompang. Dimulailah rangkaian pertunjukan dari berbagai kelas yang mempersembahkan tarian tradisional, drama, dan seni lainnya. Sebanyak 11 penampilan menghibur para hadirin dengan kreasi unik yang merefleksikan kekayaan budaya Nusantara. Sariyatul Akmam dan Muhammad Fahmi bertugas membacakan sinopsis dari setiap persembahan, menjelaskan maksud dari setiap tampilan sehingga penonton dapat lebih memahami nilai yang ingin disampaikan.

Sorak sorai penonton dan tepuk tangan yang riuh mengiringi setiap penampilan. Mansurun, selaku Ketua Koordinator P5RA, dalam kata penutupnya menyampaikan harapan besar untuk generasi muda. “Dengan momen bulan Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda, tema Bhinneka Tunggal Ika diharapkan dapat menanamkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan adat dan budaya, namun tetap menjunjung tanah air, bangsa, dan bahasa yang satu, yaitu Indonesia,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat dan mencapai tujuannya dalam memupuk semangat persatuan.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan Foto bersama dari seluruh Siswa yang Tampil. Terlihat Sumringah Wali Murid yang berfoto dengan anak anak yang berpakaian adat. Seluruh tamu undangan dan peserta tampak antusias dan terinspirasi untuk terus menjaga dan merawat kebersamaan di tengah kebhinekaan (HMS-DR)