Indragiri Hulu, (Inmas). Kurikulum merdeka memberikan titik tekan fokus kepada peserta didik. Peserta didik menjadi sentral utama penerima manfaat kebijakan kurikulum merdeka. Pembelajaran berdiferensiasi diimplementasikan dan penilaian autentik konprehensip yang mengakomodir keberagaman kemanusiaan digalakkan. Hasil evaluasi dan penilaian tidak lagi fokus kepada capaian kognitif, tapi harus bisa menggambarkan profil kemanusiaan yang mencakup beragam kecerdasan. Dengan perspektif ini, maka peserta didik yang berprestasi bukan lagi tunggal. Semua peserta didik madrasah adalah berprestasi, yakni prestasi dalam bidangnya masing-masing, sesuai bakat, minat dan kecenderungannya. Keberhasilan kurikulum merdeka di madrasah akan diukur sejauh mana kurikulum dapat merubah suasana kelas lebih membahagiakan peserta didik, aktifitas pembelajaran lebih bergairah, secara efektif dan efisien meningkatkan capaian hasil belajar lebih bermakna. Didalam kurikulum merdeka terdapat hal baru yang disebut P5 & P2RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin).
Jum’at 19 Januari 2024, MTs Nurul Falah Air Molek, Kecamatan Pasir Penyu gelar kegiatan P5PPRA dengan tema “Kearifan Lokal” dengan praktik permainan budaya daerah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal, ujar kepala MTs Nurul Falah Hj. Artika Sari, MA. Selanjutnya, dengan kegiatan P2P5RA dapat mengembangkan pemahaman dan kesadaran peserta didik tentang nilai-nilai Pancasila, kewarganegaraan, demokrasi, dan hak asasi manusia berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan P2P5RA peserta didik menjadi lebih berkarya dan berusaha melaksanakan dengan sebaik-baiknya dan membuat mereka lebih ceria dan bahagia dalam menempuh pendidikannya. Dalam Kurikulum Merdeka, siswa tidak hanya dibentuk menjadi cerdas akan tetapi juga berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila atau yang disebut sebagai wujud Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Pancasila menjadikan pelajar Indonesia menjadi pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi tinggi, berkarakter, serta berperilaku sesuai dengan Pancasila, tambah Hj. Artika Sari.(tulang)