0 menit baca 0 %

Gelar Rutinitas Keagamaan, Kasi Bimas Islam: Tiga Hal yang Tidak Perlu Dipikirkan dalam Hidup Ini

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag). Seperti biasa, setiap Jum'at pagi sebelum melaksanakan kegiatan rutinitas pekerjaan, seluruh pejabat dan pegawai dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru melaksanakan kegiatan rutin berupa pembacaan yasin dan do'a bersama, jum'at (22/11/24).

Pekanbaru (Kemenag). Seperti biasa, setiap Jum'at pagi sebelum melaksanakan kegiatan rutinitas pekerjaan, seluruh pejabat dan pegawai dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru melaksanakan kegiatan rutin berupa pembacaan yasin dan do'a bersama, jum'at (22/11/24).

Pembacaan yasin dilaksanakan mulai pukul 07.30 Wib bertempat di Masjid Ikhlas Beramal Komp. Perkantoran Kementerian Agama Kota Pekanbaru. Dihadiri pejabat eselon IV dilingkungan Kemenag Pekanbaru beserta seluruh pegawai serta mahasiswa magang.

Bertindak sebagai pembaca yasin di pandu secara langsung oleh ustadz H. Zamri selaku staf Bimas Islam dan do'a oleh dipimpin oleh Ustadz Amnan selaku staf Penyelenggaraan Haji dan Umroh. Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah singkat yang disampaikan oleh ustadz H. Suhardi HS selaku Kasi Bimas Islam.

Ada tiga hal yang tidak perlu kita pikirkan dalam hidup ini, ungkap Kasi Bimas Islam saat memberikan tausian. Pertama, meratapi sesuatu yang sudah terlewatkan dan tidak akan pernah terulang kembali. "Kita kadang kala terlalu larut dalam keadaan disaat kita ditimpa musibah atau ditimpa masalah terberat dalam hidup kita, sebenarnya jika kita menyadari kalimat Allahhuakbar (Allah maha besar) tidak ada satupun mahluk yang besar didunia ini, tidak ada masalah yang besar satupun, ketika kita mengungkapkan Allahhuakbar masalah yang menimpa kita itu tidak besar, artinya masalah rumah tangga, masalah anak, masalah hidup bertetangga, masalah diperkantoran, semua itu tidak besar karena yang paling besar yakni Allah. Lalu bagai mana cara mengecilkan masalah kembalikan kepada yang memberi masalah.

Kedua, selalu membandingkan antara kita dengan orang lain, hal itu sangat tidak ada manfaatnya karena jika kita dalam hidup membandingkan diri kita dengan orang lain itu akan mengurangi rasa syukur kita kepada Alllah.

Ketiga, berusaha membuat senag seluruh orang karena hal itu tidak akan pernah ada. Mungkin diantara kita ada yang membuat seluruh orang senag tetapi kita tidak akan mampu setiap saat membuat kita orang senag. Beliau mencotohkan salah satunya, kemaren Kasi PHU menyelenggarakan tes petugas haji yang diikuti 51 peserta, itu membuat orang senag tetapi beliau tidak punya kuasa untuk menyenagkan orang, contohnya porsinya dibatasi, semua orang mau lulus tetapi tidak punya kuasa untuk membahagiakan kita karena dibatasi oleh aturan dan regulasi. Sesuai dengan kemampuan kita senagkanlah, bahagikanlah dan muliakanlah sesuai kemampuan kita. Percaya atau tidak menyenagkan, membahagiakan dan memuliakan orang akan kembali kepada kita, pungkas Kasi Bimas Islam.