Kuansing (Kemenag) — Meskipun hujan mengguyur Teluk Kuantan sejak malam hingga pagi, aktivitas pelayanan di ruang PTSP Kemenag Kuansing tetap berjalan lancar pada Jumat (12/09/2025). Kasi PAPKIS, Burdianto, bersama stafnya, Zulkifli, serta pegawai dari seksi lain terlihat sigap melayani kebutuhan masyarakat sejak pagi.
Pelayanan pagi itu difokuskan pada guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta tenaga pendidik dari pondok pesantren. Mereka yang datang biasanya mengurus berbagai keperluan administrasi, mulai dari verifikasi dan validasi (verval) berkas Tunjangan Profesi Guru (TPG) hingga persoalan teknis aplikasi Siaga yang menjadi syarat penting bagi kelancaran hak mereka.
Kasi PAPKIS, Burdianto, menyebutkan pelayanan kepada guru dan tenaga pendidik menjadi prioritas di Kemenag Kuansing. “Kami memahami kebutuhan mereka sangat penting, apalagi terkait dengan berkas TPG. Karena itu, meski cuaca kurang bersahabat, kami tetap hadir memberikan layanan terbaik,” ujarnya saat ditemui di ruang PTSP.
Staf Seksi PAPKIS, Zulkifli, juga siap membantu guru-guru yang kesulitan memahami sistem aplikasi. Ia menyampaikan bahwa banyak tenaga pendidik masih menemui kendala teknis dalam penggunaan aplikasi Siaga, sehingga butuh pendampingan langsung dari petugas. “Kami selalu siap mendampingi agar tidak ada hak guru yang tertunda,” kata Zulkifli.
Selain dari Seksi PAPKIS, sejumlah staf dari seksi lain ikut mendukung jalannya pelayanan di loket PTSP. Kehadiran mereka menunjukkan kerja sama lintas bagian yang solid demi memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan cepat, tanpa harus menunggu lama di tengah kondisi cuaca yang basah dan dingin.
Suasana pelayanan di ruang PTSP tampak nyaman namun tertib. Guru PAI dan tenaga pendidik pondok pesantren yang datang menunggu giliran. Sebagian membawa berkas, sebagian lainnya berkonsultasi langsung dengan petugas. Meski hujan gerimis masih turun di luar, aktivitas pelayanan berjalan penuh semangat dan kehangatan.
Burdianto menegaskan, semangat pelayanan ini akan terus dijaga Kemenag Kuansing. “Bagi kami, guru dan tenaga pendidik adalah ujung tombak pendidikan agama. Maka, sudah sewajarnya mereka mendapatkan pelayanan terbaik kapan pun dibutuhkan,” pungkasnya. (YZG)