Kampa ( Kemenag )– Langit mendung dan gerimis sejak subuh tak menghalangi semangat siswa-siswi MAN 4 Kampar Plus Keterampilan untuk tetap menjalankan kegiatan pembiasaan pagi. Selasa (5/8/2025) pukul 07.00 WIB, kegiatan yang sarat nilai spiritual ini digelar khidmat di aula serbaguna madrasah, dipandu oleh siswa-siswi kelas XI.E bersama wali kelas mereka, Ibu Ade Nugraheni, S.Pd.
Meski biasanya dilaksanakan di lapangan utama, cuaca yang kurang bersahabat membuat kegiatan dialihkan ke dalam aula. Namun, perubahan tempat ini tidak mengurangi semangat dan kekhusyukan peserta. Tiga muatan utama yang ditampilkan oleh kelas XI.E pagi itu adalah tahfidz Al-Qur'an, pidato dua bahasa (Arab dan Inggris), serta lantunan sholawat yang menggema dengan penuh semangat.
Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pembiasaan karakter religius yang menjadi ciri khas madrasah.
 “Kegiatan ini adalah bagian dari pembiasaan karakter religius siswa yang kami gaungkan sebagai Madrasah Rasa Pesantren: unggul, ramah, dan terintegrasi. Bahkan hujan pun tak bisa menghalangi anak-anak untuk mencintai Al-Qur’an, belajar berbicara di depan umum, dan bershalawat. Inilah wajah pendidikan karakter yang terus kami bangun di MAN 4 Kampar,” ujar beliau.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa pembiasaan pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari visi besar madrasah dalam mendukung Kampar sebagai Negeri Santri. Melalui integrasi antara ilmu pengetahuan umum, keterampilan, dan pendidikan akhlak, MAN 4 Kampar terus bergerak mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan cinta budaya Islami.
Suasana aula pagi itu terasa hangat dan penuh makna. Suara hafalan Al-Qur’an mengalun syahdu dari para siswa, disusul pidato dua bahasa yang disampaikan dengan percaya diri, dan ditutup dengan lantunan sholawat yang menggugah hati. Guru dan siswa terlihat khusyuk mengikuti seluruh rangkaian acara hingga pukul 07.30 WIB.
Dengan semangat yang tak tergoyahkan meski diguyur hujan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga pusat pembentukan jiwa dan karakter islami. Sebuah langkah sederhana, namun berdampak besar dalam membentuk generasi penerus bangsa.(kj/Fatmi)