Kuansing (Kemenag) - Dalam rangka menggiatkan pemberantasan buta aksara Al-Qur'an, Penyuluh Agama Islam Kuantan Tengah, Prihasni, Ernawati dan Ade Juniawan melaksanakan bimbingan baca Al-Qur'an di SMPN 6 Teluk Kuantan, yang bertempat di Mushalla Darul Ulum SMPN 6 Teluk Kuantan. Kamis 23 Mei 2025.
Kegiatan tersebut mendapat support yang sangat baik dari Kepala SMPN 6 Teluk Kuantan Masdian, selain itu juga didampingi langsung oleh guru Agama SMPN 6 Teluk Kuantan.Â
Setelah di data oleh guru Agama SMPN 6 Teluk Kuantan, didapatlah Sebanyak lebih kurang 30 orang siswa SMPN 6 tersebut yang belum bisa baca Al-Qur'an dan ada lebih kurang 15 orang yang sudah Al-Qur'an, tapi belum bisa baca dengan lancar dan kadang-kadang huruf Hijaiyah tersebut lupa. Makanya di beri juga bimbingan sampai dia bisa baca Al-Qur'an dengan lancar dan betul.Â
Apalagi anak yang belum bisa Baca Al-Qur'an atau masih Iqra', itu akan digesa oleh Penyuluh Agama Islam Kuantan Tengah untuk bisa mereka secepatnya bisa baca Al-Qur'an.Â
"Anak-anak yang belum bisa baca Al-Qur'an yang terbanyak adalah kelas VII. Hal ini terjadi salah satunya akibat anak yang tamat SDN tidak sama tamatnya dengan Anak MDTA," terang Prihasni.
" Anak SDN yang sekolah IV di MDTA adalah anak kelas V di SDN, dan setelah tamat MDTA mereka umumnya Tidak maul lagi mengaji ke Surau/Mushalla/Masjid. Padahal kalau anak-anak yang baru pandai baca Al-Qur'an, satu tahun un tidak diulang-ulang baca Al-Qur'an nya, maka dia akan hilang dan lupa lagi,".
" Makanya setelah masuk Ke SMP sederajat Anak-anak yang sudah tamat MDTA dan sudah memiliki ijazah MDTA, banyak yang tidak ingat lagi membaca Al-Quran. Ini kenyataan dan bukan cerita saja. Ini pengalaman langsung sebagai kepala MDTA Baitul Hamdi yang lalu," ungkap Prihasni.
" Semoga dengan adanya kegiatan ini, semua anak-anak di SMPN 6 Teluk Kuantan bisa membaca Al-Quran dengan lancar," Harapnya. ( Pri KT )