Kuansing (Kemenag) - Semangat memberantas buta aksara Al-Qur'an terus digiatkan oleh para penyuluh agama Islam di Kecamatan Kuantan Tengah. Meski terkendala cuaca ekstrem dan akses jalan yang sulit, mereka tetap berkomitmen untuk menyampaikan nilai-nilai Al-Qur'an kepada siswa/siswi /i di SMPN 6 Teluk Kuantan. Rabu, 30 Juli 2025.
Penyuluh Agama Islam yang ikut hadir dalam kegiatan dimaksud yaitu : Prihasni Ernita, Jabrius Jas, Lasmiadi, Ramdanil, Ade Juniawan, Ramdanil dan Sementara anak-anak yang hadir cukup ramai berjumlah sekitar 40 orang.
Salah satu penyuluh agama Islam yang enggan menyerah adalah Prihasni, S.Ag, yang tetap hadir di tengah-tengah warga binaannya. Dengan membawa semangat dakwah, beliau melakukan pembinaan membaca Al-Qur'an kepada kelompok remaja siswa/i di SMPN 6 Teluk Kuantan, meskipun kondisi lingkungan sedang tidak mendukung. Kegiatan ini dilaksanakan sekali seminggu setiap hari Rabu.
"Kami menyadari bahwa buta aksara Al-Qur'an masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, meski terkadang terkurung hujan dan akses ke lokasi yang cukup sulit, kami tetap berusaha hadir demi memberikan pencerahan dan pembinaan," ungkap Prihasni.
Program ini mendapat apresiasi dari kepala SMPN 6 dan majelis guru yang merasa terbantu dengan bimbingan yang diberikan secara rutin.
Kegiatan pembinaan ini dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan sabar, agar peserta binaan merasa nyaman dalam belajar membaca Al-Qur'an dari dasar.
Kepala KUA Kuantan Tengah, H. Jefri Eriadi memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini dan berharap seluruh penyuluh terus bergerak aktif di lapangan. “Ini adalah bagian dari dakwah bil hal yang sangat menyentuh langsung kebutuhan umat. Kami bangga atas dedikasi para penyuluh,” ujarnya.
Dengan semangat yang terus menyala, para penyuluh agama Islam di Kuantan Tengah menunjukkan bahwa keterbatasan bukan halangan dalam menyebarkan cahaya Al-Qur'an. ( Pri )