0 menit baca 0 %

Gladi Resik, Upaya Mantapkan Pelaksanaan SKB CPNS Kemenag Formasi 2019

Ringkasan: Dumai (Inmas) - Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI menyelenggarakan kegiatan Gladi Resik SKB CPNS Kementerian Agama Formasi Tahun 2019. Kegiatan dilaksanakan secara daring, Sabtu, 12 September 2020. Para Petugas Titik Lokasi (Tilok) Kantor Kementerian Agama Kota Dumai yakni Kasubbag TU Drs.

Dumai (Inmas) - Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI menyelenggarakan kegiatan Gladi Resik SKB CPNS Kementerian Agama Formasi Tahun 2019. Kegiatan dilaksanakan secara daring, Sabtu, 12 September 2020. Para Petugas Titik Lokasi (Tilok) Kantor Kementerian Agama Kota Dumai yakni Kasubbag TU Drs. H. Ade A. Yani didampingi staf Bagian Umum Abdullah dan staf Bagian Kepegawaian Beben Susanto, S.Kom serta Humas Zulfahmi Arief, S.Sos mengikuti kegiatan tersebut dari kediaman masing-masing secara online.

Kepala Biro Kepegawaian Kemenag RI Dr. H. Saefudin dalam laporannya mengatakan kegiatan gladi resik bertujuan untuk menguji coba jaringan. “Kita mencari titik kelemahan dalam uji coba ini untuk kita perbaiki dan tingkatkan sehingga pelaksanaan berjalan lancar. Jika ada problem bisa dicarikan solusinya,” kata Kabiro Kepegawaian.

Sementara itu Pelaksana Tugas Sekjen Kemenag RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali dalam arahannya mengatakan agar penguji mampu memanfaatkan jatah formasi dengan maksimal sehingga ASN yang direkrut bisa ideal sesuai dengan analisis beban kerjanya.

Sekjen meminta agar pelaksanaan SKB CPNS dikawal dengan ketat agar terhindar dari praktek-praktek curang. “Dengan kondisi demikian kita sangat berharap bisa menjadi poin penting dalam menciptakan ASN yang berintegritas,” ujar Nizar.

Dia meminta agar panitia dan penguji tetap semangat sehingga mampu memberikan kontribusi yang positif. “Pastikan di level daerah untuk spot ujian yang dipilih agar dipersiapkan dengan baik, tidak ada alasan untuk kesalahan teknis. Pastikan para penguji merupakan penguji yang berintegritas agar terhindar dari bulliying orang lain. Laksanakan saja dengan bersih,” tambahnya.

“Persiapkan dengan baik. Tetap perhatikan protokol kesehatan berjalan dengan benar. Pesan saya, jangan sampai ada cluster baru penularan Covid-19 dari proses SKB CPNS Kemenag Formasi 2019. Capai hasil dengan maksimal. Mustahil hasilnya akan baik jika tidak dilakukan dengan baik sejak awal,” pesannya.

Plt. Sekjen juga mengingatkan agar panitia menyampaikan informasi kepada peserta SKB untuk tidak percaya dengan oknum yang tidak bertanggung jawab dapat meloloskan dalam seleksi ini. Sistem penilaian SKB terdiri dari praktek kerja 35%, Psikotes 30?n Wawancara 35%. Tutupnya (Arief)