Gugus Depan Siak 01.027 dan 01.028 Pangkalan MAN 1 Siak Ambalan T. Syarif Hasyim dan T. Syarifah Aminah melakukan kegiatan Studi Wisata Sejarah ke Tangsi Belanda di Benteng Hulu Kecamatan Mempura. Studi Wisata Sejarah tersebut dilaksanakan pada Kamis (10/3/2022) diikuti oleh anggota pramuka penegak aktif dari gudep 01.027 dan 01.028, Kakak Kamabigus, dan Kakak Pembina Putra dan Putri.
Keberangkatan peserta dilepas secara langsung oleh Kakak Kamabigus Hermalinda, S. Pd disertai dengan Doa yang dipimpin oleh Wahyu Hidayatullah penegak dari Sangga Pendobrak Putra. Selanjutnya keberangkatan menuju tujuan menggunakan dua buah odong-odong dengan jumlah 50 peserta dan dipimpin oleh Nurjannah dari Sangga Pendobrak Putri sebagai Koordinator Lapangan kegiata wisata sejarah ini.
Para Penegak MAN 1 disambut dengan sangat baik dan ramah oleh Adiyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Ibu. Hj. Eka Susanti, SH. Pelayanan yang sangat baik dan ramah tersebut membangkitkan lagi gairah para Pramuka Penegak untuk terus menggali informasi penting tentang Tangsi Belanda tersebut. Para peserta kegiatan dikumpulkan di ruang terbuka hijau dan selanjutnya mendapat informasi detail mengenai Tangsi Belanda. Dadang Iskandar yang merupakan Narasumber bagi Pramuka Penegak MAN 1 Siak siang itu, menjelaskan tentang informasi penting terkait fungsi dan ciri khas Tangsi Belanda.
“Tangsi Belanda ini dibangun pada tahun 1860M dan baru difungsikan pada tahun 1868M, tepatnya pada masa pemerintahan Sultan ke-9 Kerajaan Siak, yakni Sultan Assaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaluddin (1827-1864). Tangsi ini merupakan kantor yang digunakan sebagai zona perlindungan dan pertahanan sekaligus tempat pelatihan dan istirahat para serdadu-serdadu Belanda pada saat itu. Dahulunya tangsi ini digunakan sebagai kantor residen, penjara, gudang senjata, barak (asrama) pasukan Belanda, serta kantor controleur. Arsitektur bangunan ini sangat khas dan istimewa, sebagaimana bangunan Eropa pada saat itu. Terdapat enam bangunan ruang utama. Yang menarik pula adalah penjara yang hanya berukuran sekitar 2-3 meter. Pada saat itu penjara ini berisi 4-8 orang. Penjara ini berisi tahanan anak-anak pribumi yang tidak mau mengikuti peraturan. Mereka diberi makan melalui lubang kecil,” papar Dadang dengan begitu jelas. “Hal yang sangat unik dan menarik dari bangunan ini adalah ketika kita melihat struktur pondasi bangunan tangsi yang berbentuk setengah lingkaran dengan peletakan tiga sendi. Teknologi arsitektural pada bangunan pondasi Tangsi Belanda sangat mendekati bangunan kolonial di Negara asalnya, Eropa,” ujar Dadang.
Setelah mendapat berbagai informasi terkait Tangsi Belanda tersebut, para Pramuka Penegak MAN 1 di ajak untuk melihat seluruh bangunan yang ada di Tangsi Belanda Tersebut. Mereka diajak lebih dekat dengan sejarah yang ada di Kabupaten Siak.
“Alhamdulillah, senang sekali bisa melakukan studi wisata sejarah disini. Kami bisa belajar sambil bermain dan menikmati keindahan panorama Benteng Belanda ini,” ujar Annisa Ramadanni dari Sangga Pendobrak V Putri. Hal serupa juga diungkapkan oleh Arya Ardiansyah, Sangga Pendobrak VI Putra. “Meskipun sudah pernah berkunjung ke sini, tapi hari ini terasa berbeda. Saya dan kawan-kawan bisa belajar lebih banyak tentang bangunan elegan ini. Sungguh Kabupaten Siak ini memiliki berbagai bangunan dan situs sejarah. Mari kita, para pemuda terus belajar dan mengambil hal positif dari berbagai benda dan situs sejarah yang ada didaerah kita ini,” imbau Arya.
Sementara itu Kamabigus MAN 1 Siak, Hermalinda, S. Pd menyebutkan bahwa kegiatan ini sebagai wadah untuk mengajak peserta didik Pramuka Penegak MAN 1 Siak untuk mengenal sejarah Kabupaten Siak tercinta ini. “Mari kita kenal sejarah daerah kita, banyak tempat dan bangunan bersejarah yang memiliki arti penting bagi kita semua. Alhamdulillah, melalui kegiatan studi wisata ke Tangsi Belanda ini, adik-adik Penegak menjadi lebih faham tentang sejarah dan fungsi bangunan tersebut pada eranya. Terimakasih kepada kakak-kakak Pembina dan adik-adik semua yang selalu memiliki ide kreatif untuk terus mengembangkan diri untuk lebih maju lagi,” tutup Hermalinda.
Semoga kegiatan ini akan menjadi praktik baik bagi Pramuka Penegak dengan makin bertambahnya pengetahuan mereka tentang satu lagi tempat bersejarah dan memiliki makna penting bagi kita warga Kabupaten Siak. Teruslah berinovasi dan mengembangkan potensi diri. MAN 1 Siak, MANTAP (Abd)