Guru Agama Sering Jadi Tumbal
Ringkasan:
Pekanbaru (HUMAS)- Sebagai akibat dari banyaknya perilaku menyimpang yang ditampilkan oleh masyarakat, seperti beredarnya vidio porno artis Ariel, Luna Maya dan Cut Tari serta yang lain sebagainya, menyebabkan guru agama sering dijadikan tumbal. Artinya, menurut masyarakat, perilaku menyimpang terse...
Pekanbaru (HUMAS)- Sebagai akibat dari banyaknya perilaku menyimpang yang ditampilkan oleh masyarakat, seperti beredarnya vidio porno artis Ariel, Luna Maya dan Cut Tari serta yang lain sebagainya, menyebabkan guru agama sering dijadikan tumbal. Artinya, menurut masyarakat, perilaku menyimpang tersebut adalah disebabkan ketidakmampuan para guru agama dan termasuk di dalamnya tokoh agama, dalam membimbing dan membina masyarakat. Oleh karena itu, maka para guru agama harus profesional dan dapat dijadikan contoh teladan dalam masyarakat.
Demikian disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. H. Albakiran Balim, ketika memberikan ceramah pada Orientasi Guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah (PAIS), Selasa, 29 Juni 2010 di Hotel Ar-Rahman 2, Tembilahan, Kab. Indragiri Hilir.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bidang Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (MAPENDA) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, selama tiga hari yaitu tanggal 28 s/d 30 Juni 2010. Peserta kegiatan ini adalah sebanyak 40 orang, yang terdiri dari para guru agama Islam pada sekolah SD, SMP dan SMU se Kabupaten Indragiri Hilir.
Pak Bakiran, begitu beliau sering disapa, lebih lanjut menyatakan, untuk meningkatkan kualitas para guru agama Islam, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau telah mencanangkan empat program setrategis peningkatan mutu pendidikan agama dan keagamaan.
Pertama, Peningkatan tata kelola pemerintahan. Kedua, Pemerataan dan perluasan akses pendidikan. Ketiga, Peningkatan mutu tenaga kependidikan dan sarana prasarana. Keempat, Peningkatan daya saing dan pencitraan madrasah.
Lebih lanjut pak Bakiran menyatakan, kenapa para murid tidak dapat menangkap dan memahami materi pelajaran yang disampaikan para guru, adalah disebabkan hilangnya rasa ikhlas para guru dalam mengajar. Saat ini, para guru sibuk dengan sertifikasi dan tunjangan profesi, serta kenaikan pangkat dua kali setahun.
Untuk itu Bakiran berharap, agar nilai-nilai keikhlasan dapat ditanamkan pada diri masing-masing guru, sehingga berkah keikhlasannya memudahkan siswa-siswi menangkap mata pelajaran yang diberikan.
Drs. H. Anasri, M.Pd., selaku Ketua Panitia Pelaksana menyatakan, orientasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas para guru agama Islam pada sekolah. Dikatakannya, kualitas para guru agama kita harus terus digenjot, sehingga mampu mendidik siswa-siswinya menjadi insan pilihan yang kompetitif, produktif, inovatif dan mandiri.
Orientasi yang digelar selama tiga hari ini mengambil thema : Dengan orientasi pendidikan guru agama Islam, kita jadikan guru agama Islam sebagai guru profesional dan teladan dalam pembinaan akhlaqul karimah. (Ash).