Tg. Berulak Kampar (kemenag) – Dalam suasana santai waktu ishoma menjelang pembelajaran sore pukul 13.30 WIB Rabu 6/08/25, sejumlah guru di PP-MTI Tg. Berulak mengadakan kegiatan "Makan Badulang", sebuah tradisi lama khas masyarakat Kampar yang kini mulai langka ditemui di tengah kehidupan modern.
Kegiatan ini berlangsung di lingkungan pondok pesantren tepatnya di kantor guru dan diikuti oleh para dewan guru dari berbagai unit pendidikan, termasuk Pimpinan Pondok, H. Marzuki, M.Ag; Kepala MA, Ifni, S.Pd; dan Kepala MTs, Dra. Hj. Yusmarda, M.Pd.
Makan Badulang adalah tradisi makan bersama dalam satu wadah tanpa menggunakan sendok dan garpu. Setiap peserta membawa lauk dari rumah masing-masing secara sederhana lalu menyantapnya bersama. Tradisi ini dulunya diyakini mampu mempererat hubungan emosional, kebersamaan, dan persaudaraan, serta menjadi sarana berbagi dalam kesederhanaan.
"Tradisi ini sangat baik untuk melatih kebersamaan dan kerendahan hati, dan sudah jarang ditemukan di kalangan masyarakat saat ini," ungkap salah satu guru yang ikut serta.
Suasana keakraban semakin terasa dengan obrolan ringan dan candaan-candaan hangat selama makan berlangsung. Hal ini menjadi bentuk pelestarian budaya lokal yang mulai tergeser oleh kebiasaan individualistik modern, termasuk penggunaan sendok-garpu yang kini umum digunakan.
Dengan menghidupkan kembali tradisi Makan Badulang, PP-MTI Tg. Berulak berharap dapat menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan cinta budaya lokal kepada seluruh elemen pondok, terutama para santri.
(zaipul)