0 menit baca 0 %

Guru Jembatan Emas Masa Depan Bangsa

Ringkasan: Pasir Pengaraiyan (Humas)- Guru adalah jembatan emas masa depan bagi anak cucu kita, sebab gurulah yang mengantarkan seseorang menemukan jati ditinya, membina karakternya, mencerdaskan kehidupannya, hingga pada akhirnya menemukan peran strategisnya dalam lingkungan sekitarnya.
Pasir Pengaraiyan (Humas)- Guru adalah jembatan emas masa depan bagi anak cucu kita, sebab gurulah yang mengantarkan seseorang menemukan jati ditinya, membina karakternya, mencerdaskan kehidupannya, hingga pada akhirnya menemukan peran strategisnya dalam lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itulah, maka sesungguhnya profesi guru adalah profesi mulia dan terhormat. Tanpa jasa guru, sebuah bangsa tidak akan ada artinya. Di tangan gurulah keberhasilan dan masa depan suatu bangsa. Makanya tidak perlu heran, ketika kota Hirosima dan Nagasaki di Jepang dibom dengan nuklir oleh tentara sekutu, korban berjatuhan banyak, Kaisar Jepang, justru menanyakan berapa guru yang selamat. Kaisar Jepang yakin, bagaimanapun peliknya kondisi yang dihadapi suatu bangsa, kalau guru masih ada, semua bisa diatasai. Buktinya, berkat peran guru, hanya berselang waktu yang relatif tidak terlalu lama, sejarah mencatat, bangsa Jepang telah bangkit dari keterpurukan dan telah menjadi raksasa dunia. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, pada Pendidikan dan Latihan (Diklat)Guru se Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Tengah Kepenuhan Rohul, Rabu (30/11) di Kota Tengah. Diklat berlangsung dua hari, dari tanggal 30 Nov s/d 01 Des 2011. Diklat Guru diikuti sebanyak 50 orang guru dari MTsN Kota Tengah, MTsS Miftahul Ulum dan MTsS Pekan Tebih. Hadir pada kesempatan itu, Kepala UPTD Diknas Abd. Karim. "Di pundak guru terletak beban berat yang harus dipikulnya, yaitu menyiapkan anak cucu kita akan masa depan yang lebih baik, apalagi seperti disebutkan dalam salah satu hadis Nabi Muhammad SAW : Ajarilah anak anak kamu sesuai dengan masanya, sebab mereka hidup tidak satu masa denganmu. Artinya, ilmu yang harus diberikan kepada anak cucu kita, harus sesuai dengan tantangan masa depan yang dihadapinya", katanya. Oleh karena itulah, sangat tepat ungkapan yang menyatakan : Guru adalah pahlawan bangsa, sebab tugas guru adalah profesi mulia, karena ia mempersiapkan generasi muda, akan masa depan yang lebih baik, lebih berbudaya, lebih berperadaban, dan lebih bermartabat. Karena peran strategisnya inilah, maka profesi guru berbeda dengan profesi lainnya. Mengingat pentingnya peranan guru, maka ke depan profesionalisme guru menjadi salah satu prioritas program Kemenag Rohul. Guru harus profesional dalam kompetensi akademiknya. Guru harus profesional mengajar. Dan guru harus diberikan penghargaan lebih, berupa tambahan penghasilan sesuai profesinya. Jika guru tidak profesional, maka dapat dipastikan masa depan negeri ini, akan salah arah, kehilangan orientasi (disorientasi), tidak memiliki karakter yang kokoh, dan pasti akan menjadi beban bangsa di masa depan. Untuk itu pula, upaya sistematis, berkesinambungan, komitmen dari masing masing guru, mutlak diperlukan, baik dalam peningkatan kualitas guru yang besangkutan, penyiapan perangkat mengajar, maupun profesionalitas dalam mengajar. Jika ini dapat dalakukan, insya Allah negeri ini akan bangkit dari keterpurukan. Sementara itu, Kepala MTsN Kota Tengah, Damanhuri SAg menyatakan, Diklat guru ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dan menyamakan visi dan misi dalam mengajar serta meningkatkan silaturrahim di antara para majelis guru. (Ash).