Bengkalis (Kemenag) - Loka
Diklat Keagamaan Pekanbaru bersama dengan Kementerian Agama Kabupaten Bengakalis
menggelar Pelatihan Blended Learning bagi guru madrasah diniyah angkatan II
dari tanggal 23-26 Juni 2025 bertempat di Aula gedung PLHUT Kemenag Bengkalis.
Pelatihan tersebut dihadiri
oleh Kasubbag TU Kemenag Bengkalis, H. Ibrahim, Kepala Loka Diklat Pekanbaru H.
Aprianto, S.Ag., M.A. para Widyaiswara serta 35 peserta pelatihan dari berbagai
madrasah diniyah di Kabupaten Bengkalis.
Dalam kesempatan tersebut, Kasubbag
TU Kemenag Bengkalis, H. Ibrahim, menyampaikan Pelatihan Blended learning
adalah metode pelatihan yang menggabungkan pembelajaran tatap muka (offline)
dengan pembelajaran daring (online). Tujuannya adalah untuk menciptakan
fleksibilitas dan mengoptimalkan proses pembelajaran dengan memanfaatkan
kelebihan dari kedua metode tersebut.
Selain itu, H. Ibrahim juga
berharap agar guru diniyah mengikuti pelatihan ini dengan serius dan sampai
selesai agar semua guru memiliki keunggulan dalam membentuk karakter siswa.
Kepala
Loka Diklat Pekanbaru H. Aprianto menyampaikan โSumber daya manusia di
lingkungan Kementerian Agama harus memiliki nilai-nilai IPTIK, yaitu:
I (Integritas): Berkarakter
kuat dan jujur.
P (Profesional): Ahli dan
kompeten dalam bidangnya.
T (Tanggung Jawab):
Bertanggung jawab dalam setiap amanah.
I (Inovasi): Mampu berkreasi
dan berinovasi dalam pembelajaran.
K (Keteladanan): Menjadi
contoh yang baik bagi peserta didik dan masyarakat.
H. Aprianto berharap guru
diniyah dapat menerapkan proses pembelajaran blenden learning ini di
masing-masing satuan pendidikan.
Melalui pelatihan ini,
Kemenag Bengkalis berharap para guru dapat lebih terampil dalam menerapkan
pembelajaran yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik di
era digital.