Guru MI Se- KKM Kabupaten Siak Taja Sosialisasi Pendidikan Berkarakter
Ringkasan:
Siak(Humas). Untuk meningkatkan mutu Guru MI dan kualitas pendidikan tingkat Dasar MIN Sungai Apit bersama KKM MI se-Kabuapten Siak melalui dana DIPA MIN Sungai Apit mengadakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Berkarakter bagi guru MI se- KKM Kabupaten Siak.
Siak(Humas). Untuk meningkatkan mutu Guru MI dan kualitas pendidikan tingkat Dasar MIN Sungai Apit bersama KKM MI se-Kabuapten Siak melalui dana DIPA MIN Sungai Apit mengadakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Berkarakter bagi guru MI se- KKM Kabupaten Siak. Acara di laksanakan di Aula MIS Nur Ikhlas Kecamatan Tualang Kelurahan Perawang. Acara ini diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari perwakilan guru MI yang terdapat di masing Kecamatan.
Acara dibuka oleh Kasi Pendidikan Islam Drs. H. Muharom mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak didampingi oleh Kepala MIN Sungai Apit Drs. Ahmad Muhaimin , dalam arahannya Drs. H. Muharom kepada peserta Pelatihan agar setiap materi yang diberikan oleh Narasumber untuk dapat dipahami dan diterapkan di Madrasah dimana perserta mengajar sebab Guru MI menjadi ujung tombak pendidikan dasar. Pendidikan Berkarakter adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah diseluruh wilayah hukum Negara kesatuan Republik Indonesia. Pelatihan kali ini membahasa khusus tentang standar proses pendidikan berkarakter untuk tingkat dasar yang menjadi ruang lingkup pendidkan Madarasah Ibtidaiyah, tutup beliau.
Ana Rolita, SPd salah seorang Narasumber yang juga merupakan guru berprestasi dari MAN Siak memberikan pemaparan materinya mengenai prinsip penyelenggaraan pendidikan berkarakter untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan, dimana salah satu prinsip tersebut adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dimana disini MI memiliki peran dasar bagi proses Pendidikan berkarakter. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang membangun kemauan dan mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efesien, sehingga tujuan prose situ tercapai ujar beliau dalam pemaparan materi yang diikuti oleh peserta dengan penuh antusias diselingi joke yang membuat suasana penuh keakraban. (Andi)