Kampar ( Kemenag )---Dalam upaya meningkatkan kompetensi pendidik agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, para guru MIS Muhammadiyah Aursati turut berpartisipasi dalam kegiatan Workshop Pengembangan Modul Ajar Berbasis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan di MI Anshor As-Sunnah
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 12–13 Oktober 2025, ini diikuti oleh kepala madrasah dan para guru MI se-KKM MI SP Kubu. Workshop dimulai pukul 07.30 hingga 17.45 WIB setiap harinya dengan suasana belajar yang aktif dan kolaboratif.
Acara dibuka secara resmi oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Kampar, Bapak Masnur, S.Pd., M.Sy.
Dalam sambutannya, Masnur menekankan pentingnya inovasi dalam penyusunan perangkat ajar agar mampu membentuk generasi madrasah yang unggul secara akademik maupun karakter.
“Guru madrasah harus kreatif dalam mengembangkan modul ajar yang menyentuh hati dan memerdekakan cara berpikir siswa. Itulah semangat dari Kurikulum Berbasis Cinta,” ujar Masnur
Kegiatan inti workshop dipandu oleh narasumber berpengalaman, Nefri Leni, S.E., S.Pd., M.Pd., yang memberikan pelatihan mendalam tentang bagaimana mengintegrasikan konsep deep learning dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang dalam proses pembelajaran.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyusunan modul ajar hingga praktik penerapan di kelas. Melalui kegiatan ini, guru-guru MIS Muhammadiyah Aursati diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.
Kepala MIS Muhammadiyah Aursati, Arlipis, S.Pd menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kesempatan mengikuti kegiatan berharga ini.
“Workshop ini sangat bermanfaat bagi kami untuk memperkaya wawasan dan memperkuat komitmen dalam mendidik dengan hati. Kami ingin pembelajaran di madrasah tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga penuh kasih dan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh guru madrasah semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 dan mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan masing-masing.
Fatmi