0 menit baca 0 %

Guru MTs Negeri 2 Siak Lakukan Door to Door Learning di Tengah Pandemi

Ringkasan: Siak (Inmas) - Pandemi covid-19 yang tidak kunjung juga berakhir menimbulkan berbagai dampak terhadap pemberian hak belajar siswa. Pembelajaran selama wabah global ini berlangsung cenderung mengandalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang banyak menyisakan berbagai problematika dunia pendidikan.

Siak (Inmas) - Pandemi covid-19 yang tidak kunjung juga berakhir menimbulkan berbagai dampak terhadap pemberian hak belajar siswa. Pembelajaran selama wabah global ini berlangsung cenderung mengandalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang banyak menyisakan berbagai problematika dunia pendidikan. Tidak semua bisa melaksanakan pembelajaran secara online dengan berbagai alasan. Mulai dari tidak tersedianya handphone, koneksi internet yang kurang mendukung, hingga tidak mampunya siswa membeli paket internet.

Mengatasi permasalahan tersebut, guru MTs Negeri 2 Siak Kecamatan Sungai Apit, Abdullah, S. Pd melakukan door to door learning dengan cara mendatangi langsung rumah-rumah siswa yang tidak bisa mengikuti pembelajaran online atau daring. Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan beliau dengan sabar dan telaten menyampaikan materi kepada siswa yang tertinggal jauh dalam proses pembelajaran. Pembelajaran berlangsung selama 50 menit. Melalui bimbingan dari guru siswa diajak untuk aktif mengamati, melakukan, berinterkasi dengan guru, mempresentasikan dan melakukan refleksi pembelajaran. 

Selama hampir satu bulan Abdullah, S. Pd melakukan door to door learning dengan terlebih dahulu melakukan evaluasi dan analisa terhadap proses pembelajaran online yang telah dilaksanakan, sehingga bisa ditentukan siswa-siswa yang benar-benar mengalami kendala dan kesulitan belajar. 

Door to door learning ini dilakukan dengan tujuan untuk mengejar ketertinggalan materi karena siswa tidak bisa mengikuti pembelajaran daring dengan baik. Selain itu, door to door learning juga bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi ujian semester genap yang juga akan dilaksanakan secara online. Tentunya dengan mengajar langsung kerumah peserta didik memberikan tantangan yang berarti bagi guru bahasa Inggris MTs Negeri 2 Siak ini.

“Saya melaksanakan kegiatan door to door learning setelah melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar secara daring selesai. Biasanya saya bisa mengunjungi dan mengajar 4 sampai 5 orang siswa sehari.” Siswa yang saya kunjungi untuk belajar adalah mereka yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran secara online, ujar Abdullah, S. Pd sambil tersenyum. 

“Alhamdulillah, tanggapan siswa sangat baik begitu juga dukungan orang tua terhadap apa yang saya lakukan sangat memotivasi saya untuk terus mengajar dengan hati. Hari ini Sabtu (5/6) merupakan hari terakhir saya mengajar dari rumah kerumah karena minggu depan sudah diadakan ujian semester genap. Semoga ini bisa membantu siswa saya memahami materi ajar dan mengejar ketertinggalannya selama ini,” tambah beliau lagi.

Sejalan dengan hal tersebut Sintya Laora, Siswa kelas VIIIB menyebutkan bahwa dengan adanya pembelajaran dari rumah ke rumah yang dilakukan oleh guru sangat membantu kami untuk memahami materi pelajaran. “Saya dikunjungi dua kali dalam bulan ini sehingga bisa belajar secara langsung dan bisa bertanya dan berdiskusi jika memiliki hambatan dalam belajar, ucap Sintya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 2 Siak, Hermalinda, S.Pd sangat bangga dan mendukung penuh langkah-langkah yang diambil oleh guru MTsN 2 Siak ini untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi ujian semester genap sehingga ketertinggalan yang dialami siswa tidak menimbulkan kesenjangan yang besar dengan siswa-siswa yang lainnya. “Saya bersyukur memiliki guru yang sangat memperhatikan perkembangan dan prestasi siswa seperti Pak guru hebat di madrasah kami ini. Semoga hal ini menjadi pemicu dan akan menginspirasi guru-guru yang lainnya untuk berbuat hal yang sama.”

Harapan terbesarnya adalah melalui kegiatan door to door learning ini siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar selama pandemi covid-19 akan bisa teratasi. Setidaknya hal ini akan memberi kesan positif kepada siswa dan orang tua peserta didik betapa pentingnya sinergitas antara madrasah, siswa dan orang tua. (Abdullah/Waka Kesiswaan)