Kemenag (Kuansing)Program Berantas Buta Aksara Al-Qur’an kembali digulirkan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Singingi Hilir dengan menyasar kelompok masyarakat yang jarang tersentuh, yaitu remaja berkebutuhan khusus di Desa Koto Baru.
Penyuluhan ini dilaksanakan oleh Mahyu Budiman, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Singingi Hilir, kepada seorang remaja berusia 23 tahun, putra dari pasangan Delta Indra dan Buk Rizita. Kegiatan berlangsung pada Senin pagi, 4 Agustus 2025 pukul 09.00 WIB Sampai Selesai di kediaman keluarga tersebut, Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan pendidikan agama kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses lembaga keagamaan secara langsung, khususnya anak-anak atau remaja dengan kebutuhan khusus.
Proses belajar dilakukan dengan pendekatan personal dan penuh kesabaran. Remaja tersebut hanya mampu berkonsentrasi sekitar 10 menit, dan sebelum memulai mengaji, harus melalui proses khusus seperti rutinitas tertentu dan suasana yang tenang. Meski penuh tantangan, Mahyu Budiman tetap memberikan pendampingan dengan konsisten dan sabar.
Buk Rizita, ibu dari santri tersebut, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran guru ngaji yang datang langsung ke rumah tanpa meminta bayaran. “Selama ini kami cukup kesulitan mencari guru ngaji yang bersedia datang. Alhamdulillah, sekarang ada harapan besar anak kami bisa membaca Al-Qur’an,” tuturnya dengan haru.
Sementara itu, Kepala KUA Singingi Hilir, Zulfikar Ali, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Mahyu Budiman. “Ini adalah bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan bisa menjadi inspirasi bagi penyuluh lain untuk lebih peduli kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Jangan sampai ada yang tertinggal dalam belajar Al-Qur’an,” tegasnya.(MB)