0 menit baca 0 %

Guru Ngaji Istimewa untuk Anak Istimewa

Ringkasan: Kemenag (Kuansing)Singingi Hilir, 5 Agustus 2025 Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Mahyu Budiman, kembali menunjukkan dedikasinya dalam pembinaan keagamaan dengan turun langsung ke lapangan melaksanakan program "Berantas Buta A...

Kemenag (Kuansing)Singingi Hilir, 5 Agustus 2025 — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Mahyu Budiman, kembali menunjukkan dedikasinya dalam pembinaan keagamaan dengan turun langsung ke lapangan melaksanakan program "Berantas Buta Aksara Al-Qur’an".

Kali ini, kegiatan dilaksanakan secara khusus di kediaman salah satu warga di Kecamatan Singingi Hilir, tepatnya di rumah keluarga Putra, seorang remaja dengan kebutuhan khusus. Kegiatan berlangsung pada Selasa pagi, 5 Agustus 2025 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Putra merupakan anak dari pasangan Delta Indra dan Rizita, S.Pd, seorang guru di SMAN 1 Singingi Hilir. Dalam keterangannya, Ibu Rizita mengaku mengalami kesulitan dalam mencari guru mengaji yang bersedia datang ke rumah untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anaknya.

 “Putra ini anak spesial, fokus belajarnya hanya 10 menit, perlu dibujuk dulu, dan suasana hatinya sangat menentukan. Tidak semua guru mau atau bisa sabar menghadapi kondisi seperti ini,” ungkap Rizita.

Namun, berkat dedikasi dan kepedulian terhadap masyarakat, Mahyu Budiman bersedia hadir dan mengajar Putra secara rutin di rumah. Ia memahami kondisi khusus anak tersebut dan tetap sabar serta konsisten dalam proses pembelajaran. Menurut Mahyu, tantangan seperti ini justru menjadi bagian penting dari tugas penyuluh agama sebagai pelayan umat.

 “Kami tidak bisa memaksakan target tinggi, yang penting anak mau belajar dulu. Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Mahyu yang dengan sabar membimbing anak saya belajar Al-Qur’an,” tambah Rizita dengan haru.

Kepala KUA Singingi Hilir, Zulfikar Ali, turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi Mahyu Budiman dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Mahyu adalah bentuk nyata pengabdian dan kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus agar tidak tertinggal dalam hal pendidikan agama.

“Ini adalah bentuk pelayanan langsung yang harus terus dikembangkan. Harapan kami, ke depan lebih banyak lagi penyuluh agama yang terlibat aktif dan hadir di tengah masyarakat sesuai kebutuhan yang ada,” ujar Zulfikar Ali.

KUA Singingi Hilir berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh inspiratif bagi para penyuluh agama lainnya. Terutama dalam memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk belajar dan memahami ajaran agama dengan pendekatan yang lebih humanis, sabar, dan penuh kasih.(MB)