Kampar ( Kemenag )-- Dalam rangka menyukseskan program “Penanaman Sejuta Pohon Matoa” yang akan segera dicanangkan, para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rumbio Jaya mulai melakukan persiapan teknis di lapangan. Salah satu langkah awal yang telah dilakukan adalah pembuatan cawuok pilubang, atau lubang tanam pohon matoa, di sejumlah titik strategis di wilayah Desa Pulau Payung, Sabtu, 19/4/2025
Pembuatan lubang tanam ini dilakukan sejak H-2 sebelum acara launching resmi. Hal ini bertujuan agar saat pohon matoa ditanam nanti, proses adaptasi dan pertumbuhannya dapat berjalan secara optimal. Tanah yang telah digemburkan dan disiapkan lebih awal akan memberikan ruang yang lebih baik bagi akar pohon untuk tumbuh dan menyerap unsur hara secara maksimal. Dengan demikian, upaya penghijauan melalui penanaman matoa ini diharapkan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar memberikan dampak jangka panjang terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Untuk Desa Pulau Payung sendiri, telah ditetapkan tiga titik lokasi utama yang akan menjadi pusat penanaman pohon matoa, yaitu:
-
Halaman Masjid Jami’ Istiqlal Pulau Payung
-
Area sekitar Masjid Jami’ Kenegerian Rumbio
-
Sekitar lapangan sepak bola Desa Pulau Payung
Ketiga titik ini dipilih karena memiliki akses yang strategis, dekat dengan aktivitas masyarakat, serta berpotensi menjadi pusat edukasi lingkungan bagi warga sekitar. Lokasi-lokasi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang terbuka hijau yang produktif dan memberi nilai tambah estetika serta ekologi bagi desa.
Kegiatan ini turut melibatkan para Penyuluh Agama Islam yang aktif di wilayah tersebut. Beberapa di antaranya yang hadir dan turut melakukan persiapan lapangan adalah Hamdi Zikron dan Zulkhairi. Kehadiran para penyuluh ini tidak hanya sebagai simbol dukungan moral, tetapi juga mencerminkan kolaborasi nyata antara fungsi keagamaan dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Para penyuluh juga diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang sejalan dengan ajaran Islam tentang pentingnya menjaga lingkungan, menanam pohon, serta memelihara bumi sebagai amanah dari Allah SWT.
Program Penanaman Sejuta Pohon Matoa ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap perubahan iklim, penggundulan hutan, dan pemanasan global. Melalui gerakan ini, diharapkan lahir kesadaran kolektif dari masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga bumi demi generasi yang akan datang.
Dengan dimulainya tahap awal ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda, dan perangkat desa, dapat ikut ambil bagian dan menyukseskan program ini hingga ke tahap pemeliharaan dan perawatan pohon-pohon yang telah ditanam. ungkap Hamdi ( Fatmi/Hms KUA Rumbio Jaya )