Meranti (Inmas)- Kakan Kemenag Kabupaten Kepulauan Meranti H.Agustiar.S.Ag mengikuti Rakor Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19 di Kepulauan Meranti. Senin (23/9)
Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kepulauan Meranti dalam 2 Pekan terakhir membuat Pemkab. Meranti harus bergerak cepat untuk mencegah munculnya pasien positif dan cluster baru Covid-19. Seperti yang dilakukan saat ini dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang melibatkan Kepolisian/TNI serta OPD terkait dalam rangka menyusun regulasi yang nantinya akan dikeluarkan melalui surat edaran Bupati Kepulauan Meranti, Rakor dipimpin langsung oleh Asisten I Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH, bertempat di Aula Biru Kantor Bupati Kepulauan Meranti.
Turut hadir dalam Rakor tersebut, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP. Eko Wimpiyanto, Danramil Selatpanjang Mayor TNI. Bismi Tambunan, Kadiskes Meranti dr. Misri Hasanto, Kadis Perhubungan Dr. Aready, Ketua KPU Meranti Abdul Hamid, Ketua Bawaslu Meranti Samsurizal, Kasatpol PP Helfandi SE M.Si, Direktur RSUD Meranti dr. Ria, Ketua MUI Meranti H. Mustafa, Kabag Humas dan Protokol Meranti Rudi MH, Kabag Hukum Sekda Sudandri SH MH, Kabag Kominfo Wan Fahriarmi, Ka. Imigrasi Selatpanjang Maryana, dan sejumlah pejabat lainnya.
Menurut Asisten I Sekdakab. Meranti, Rakor ini sangat penting untuk menghimpun masukan sekaligus menyatukan visi dan misi antara Pemda Meranti dalam hal ini Tim Gugus Tugas dengan Kepolisian dan TNI yang akan dibuat dalam bentuk regulasi untuk mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19 di Kepulauan Meranti.
"Rakor ini untuk menghimpun semua masukan sekaligus menyatukan visi dan misi Pemda Meranti dalam hal ini Tim Gugus Tugas dengan Kepolisian dan TNI untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19 di Kepulauan Meranti," ujar Syamsuddin.
Sekedar informasi dari data Dinas Kesehatan Meranti, jumlah total Pasien Konfirmasi Positif Covid-19 sebanyak 48 orang dengan rincian 46 orang dari Meranti dan 2 orang luar Provinsi Riau. Dari jumlah itu sebanyak sebanyak 22 orang telah diisolasi di RSUD Meranti.
"Dalam 3 minggu terakhir terjadi peningkatan jumlah Pasien Positif Covid-19 di Meranti dengan total sebanyak 46 orang, dan sebagian berasal berasal dari Kecamatan Tebing Tinggi," ujar Kadiskes Meranti dr. Misri Hasanto.
Lanjut Misri, pihaknya khawatir diwaktu-waktu yang akan datang akan kembali terjadi penambahan kasus baru apalagi saat ini Kabupaten Kepulauan Meranti sedang dalam masa tahapan Pilkada yang pastinya akan mengundang kerumunan orang. Untuk itu Kadiskes menyarakan kepada forum untuk membuat regulasi yang ketat yang mampu memaksa masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan secara konsisten.
Lebih jauh dijelaskan Kadiskes Misri, saat ini peningkatan kasus Positif Covid-19 bukan hanya terjadi di Meranti tetapi terjadi diseluruh Kabupaten/Kota di Riau dan Meranti berada diposisi nomor 2 terakhir. Hal ini juga berdampak pada sulitnya melakukan pengiriman Spesimen Swap Covid-19 ke Labor Pekanbaru karena adanya kebijakan baru yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi dan Pusat.
"Jadi akibat peningkatan kasus yang signifikan ini juga menyebabkan pengiriman Spesimen menjadi susah," aku Misri.
Iapun menyarankan agar kondisi ini tidak semakin buruk perlunya kesadaran dari masyarakat untuk menjauhi kerumunan terutama pesta pernikahan karena dari hasil evaluasi Dinas Kesehatan Meranti sebagian besar kasus positif Covid-19 berasal dari Cluster pesta pernikahan.
"Dari evaluasi kita Pasien Positif Covid-19 banyak berasal dari menghadiri pesta pernikahan," ucap Misri lagi.
Dalam hal ini Kakan Kemenag Meranti Agustiar menyampaikan bahwa saat ini telah terjadi peningkatan luar biasa Ijab Kabul yang akan diiringi dengan pesta pernikahan. Untuk ijab kabul Kemenag telah mengeluarkan aturan tegas dengan membatasi jumlah hadirin maksimal 8 orang yang boleh memasuki ruang pernikahan jika menikah di kantor KUA dan jika ijab kabul di rumah ibadah maksimal jumlah hadirin hanya 30 orang.
Selanjutnya H.Agustiar juga menyampaikan bahwa untuk kegiatan pembelajaran di madrasah untuk saat ini telah dilakukan melalui daring. (Tim Inmas)