0 menit baca 0 %

H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd Sampaikan Materi Tentang Moderasi Beragama Pada Kegiatan FGD Revitalisasi KUA

Ringkasan: Siak (Inmas) Senin, (31/01/2022), Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Siak, H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd Menyampaikan Materi Tentang "Moderasi Beragama" pada Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) "Revitalisasi KUA Menuju KUA yang Berintegritas, Berinovasi, Bersih dan Melayani".

Siak (Inmas) – Senin, (31/01/2022), Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Siak, H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd Menyampaikan Materi Tentang "Moderasi Beragama" pada Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) "Revitalisasi KUA Menuju KUA yang Berintegritas, Berinovasi, Bersih dan Melayani". Kegiatan yang Diikuti 35 Orang Peserta yang Terdiri dari Kepala KUA dan Penyuluh Agama ini Dilaksanakan di Hotel Grand Royal Siak.

H. Erizon Efendi, S.Ag., M.Pd didampingi oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kankemenag Siak, Harman, S.Ag menjelaskan bahwa sosialisasi program Moderasi beragama ini adalah salah satu sosialisasi prioritas yang terus digaungkan oleh Kemenag RI. “Materi Penguatan moderasi beragama yang saya disampaikan ini mudah-mudahan akan menjadi semangat bagi Kepala KUA dan tenaga penyuluh agama untuk mensosialisasikan moderasi beragama di tempat pengabdian, tidak terkecuali juga menambah wawasan bagi kita untuk menyelipkan nilai nilai moderasi beragama pada setiap kesempatan,” ungkap H. Erizon Efendi.

Selanjutnya, H. Erizon dalam materinya menyampaikan bahwasannya perkembangan teknologi yang terjadi di dunia tidak dapat terelakkan. Persebaran informasi yang begitu masif melalui media elektronik sudah tidak dapat terbendung lagi. “Banyak diantara informasi yang berredar di dunia maya tidak sejalan dengan kepribadian kita sebagai bangsa indonesia, banyak sekali informasi menyesatkan atau hoax beredar di masyarakat melalui media sosial, dan salah satu golongan yang kadang mengakses informasi tersebut adalah umat kita,” ujar H. Erizon.

Erizon menegaskan bahwa dalam rangka membentengi umat dari praktek keagamaan yang tidak sesuai tuntunan agama, maka sosialisasi moderasi beragama harus terus diserukan dengan bijak kepada seluruh elemen umat beragama. “Melalui pertemuan ini saya harapkan program moderasi beragama ini dapat ditanamkan kepada umat beragama, sehingga kedepannya, masyarakat kita terhindar dari praktik keagamaan yang dijalankan tidak selaras dengan spirit agama, kebangsaan dan kebhinekaan.”tegasnya. (Hd)