0 menit baca 0 %

H. Ghufronuddin Jelaskan Materi "Tawaf, Sai, Tahalul dan Zikir" di Manasik Haji Kecamatan Bantan

Ringkasan: Bantan (Inmas) Kegiatan manasik haji Kecamatan Bantan oleh KUA Kec. Bantan berlanjut pada hari ketiga Sabtu, 20/04/2 024 di aula Kantor Camat Bantan . Kali ini, fokus manasik haji tertuju pada masalah "Tawaf, Sai, Tahalul dan Zikir" dengan menghadirkan H.Ghufronudin sebagai pemateri. Syafriadi, S.P...

Bantan (Inmas) – Kegiatan manasik haji Kecamatan Bantan oleh KUA Kec. Bantan berlanjut pada hari ketiga Sabtu, 20/04/2 024 di aula Kantor Camat Bantan . Kali ini, fokus manasik haji tertuju pada masalah "Tawaf, Sai, Tahalul dan Zikir" dengan menghadirkan H.Ghufronudin sebagai pemateri.

 

Syafriadi, S.Pd.I bertindak sebagai moderator dalam sesi ini. Syafriadi membuka acara dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta manasik haji yang telah hadir dan antusias mengikuti kegiatan. Beliau juga menyampaikan harapannya agar materi yang disampaikan oleh H. Ghufronuddin dapat memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman yang memadai bagi calon jemaah haji (CJH) dalam menjaga ibadah selama di tanah suci.

 

H. Ghufronuddin  mengawali materinya dengan menjelaskan tentang  kegiatan selama di penerbangan, di antaranya  tata cara Tayamum, Sholat Jamak, Sholat Qosor dan Jamak Qosor selama ibadah di penerbangan. Kemudian di lanjutkan dengan tata cara Tawaf, Syarat dan Rukun Tawaf, Sai.Tahalul dan Zikir. Beliau menekankan pentingnya  menjaga Syarat dan Rukun Tawaf serta Sai untuk sahnya pelaksanaan ibadah haji dengan mengikuti tata caranya .

 

Pemahaman tentang masalah ibadah haji sangat penting bagi CJH untuk melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Dengan mengikuti materi manasik haji ini, diharapkan CJH dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya selama di tanah suci.

 

Kegiatan manasik haji ini merupakan salah satu bukti komitmen KUA Kecamatan Bantan dalam memberikan bimbingan dan pembekalan yang komprehensif kepada CJH di wilayah Kecamatan Bantan. Dengan pengetahuan dan persiapan yang matang, diharapkan CJH dapat melaksanakan ibadah haji dengan penuh khusyuk dan mabrur.

 

Di akhir pembicaraanya H. Ghufronuddin menyampaikan, kita harus memiliki sifat sabar, karena nanti di sana banyak masalah yang di temukan dan  masalah yang kita hadapi.

 

Sebagai penutup, H. Ghufronuddin mempraktekkan tata cara memakai Ihram dan bertayyamum dengan baik dan benar.