Kamenag ( Kuansing)Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir Senin, 28 Juli 2025
Bertempat di Masjid Besar Istiqomah, Desa Koto Baru, kegiatan kultum singkat sebelum pelaksanaan ibadah Sholat Zhuhur berjamaah kembali digelar dengan penuh khidmat. Pada kesempatan ini, kultum disampaikan oleh H. Isnaini, S.Ag dengan tema:
"Kemudahan dalam Safar: Hikmah di Balik Jamak dan Qashar."
Dalam penyampaiannya, H. Isnaini menekankan bahwa agama Islam tidaklah memberatkan umatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan rukhshah (keringanan) bagi hamba-Nya yang dalam keadaan safar (perjalanan), berupa kemudahan menjamak dan mengqashar shalat. Beliau menyampaikan:
 "Allah tidak mempersulit hamba-Nya. Ambillah kemudahan yang telah Allah berikan, maka tidak ada alasan untuk meninggalkan shalat."
Para jamaah tampak menyimak dengan penuh antusias dan kekhusyukan, mencerminkan semangat dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam yang memberi kemudahan di berbagai situasi.
Zulfikar Ali, Kepala KUA Kecamatan Singingi Hilir, turut hadir dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menyatakan:
 "Kami sangat mengapresiasi kontribusi nyata dari para penyampain kultum. Kegiatan seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh jemaah dan insya Allah akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan."
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan rutin yang diinisiasi oleh KUA Kecamatan Singingi Hilir, bekerja sama dengan para tokoh agama dan pengurus masjid setempat.
H. Isnaini menambahkan 1. Islam Agama yang Mudah
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185: "Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu..."
Islam tidak memaksakan ibadah di luar kemampuan hambanya
2. Kemudahan Shalat Saat Safar
Qashar: Menyingkat shalat 4 rakaat (Dzuhur, Ashar, dan Isya) menjadi 2 rakaat.
Jamak: Menggabungkan dua waktu shalat, seperti Dzuhur dengan Ashar, atau Maghrib dengan Isya, baik jamak taqdim (dimajukan) atau jamak ta’khir (diakhirkan).
Dalilnya dari praktik Nabi Muhammad ? dalam berbagai perjalanan.
3. Hikmahnya:
Memberi keringanan bagi yang sedang dalam perjalanan. Menunjukkan rahmat dan kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya.
Memotivasi kita agar tidak meninggalkan shalat, walau dalam kondisi sulit.
Marilah kita syukuri kemudahan-kemudahan ini. Jangan menjadikan safar sebagai alasan untuk meninggalkan shalat. Justru dengan jamak dan qashar, Allah memberi kita ruang untuk tetap taat di tengah aktivitas atau perjalanan kita.(MB)