0 menit baca 0 %

H. Khairul sampaikan program penting dalam bidang agama

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas)-Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kab. Rokan Hilir H. Khairul, S.Ag menjelaskan program prioritas pembangunan sumber daya manusia dari aspek keagamaan pada kegiatan Pelatihan diwilayah kerja (PDWK) Moderasi Beragama bagi...

Rokan Hilir (inmas)-Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kab. Rokan Hilir H. Khairul, S.Ag menjelaskan program prioritas pembangunan sumber daya manusia dari aspek keagamaan pada kegiatan Pelatihan diwilayah kerja (PDWK) Moderasi Beragama bagi penyuluh agama di aula Kemenag Rohil, Rabu, 16 September 2020.

Ia menjelaskan bahwa, Visi-misi Presiden terkait pembangunan SDM dijabarkan dalam delapan poin penting. Program di bidang agama ini dimulai pada periode 2020 – 2024.

Adapun delapan poin tersebut yaitu Peningkatan kualitas kesalehan umat beragama; Penguatan moderasi dan kerukunan umat Bergama; Penyediaan layanan keagamaan yang adil dan merata.

Di samping itu, program lainnya adalah Peningkatan pemberdayaan kelembagaan sumber daya ekonomi umat; Perluasan akses pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama dan keagamaan;

"Peningkatan kualitas pengelolaan dan mutu pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama, dan keagamaan; Penguatan produktivitas dan daya saing pendidikan keagamaan; serta Peningkatan kualitas tatakelola yang efektif dan akuntabel,” katanya.

Di sisi lain, dia juga melihat adanya korelasi antara era industri 4.0, disrupsi dan hubungan keagamaan SDM.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan pemanfaatan media sosial membuat pengalaman keagamaan SDM semakin kompleks dan perlu mendapatkan perhatian.

“Disrupsi ini dengan teknologi yang semakin cepat, semakin banyak masyarakat yang mengakses media sosial, bahwa hampir dari setengah total masyarakat Indonesia menggunakan Medsos untuk berinteraksi dengan masyarakat dan mencari informasi termasuk terkait dengan agama. Masyarakat sering kali lebih fokus terhadap personal dan kritis terkait agama,” jelasnya.

Kemenag terus mendorong terselenggaranya literasi digital keagamaan. Pasalnya, masyarakat tak hanya lebih tertarik mempelajari agama dari cara konvensional seperti tatap muka secara langsung, tetapi memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan berbagai platform.

“Kemenag terus mendorong adanya literasi digital keagamaan, karena kecenderungan kita selain belajar dari tokoh agama seperti ustadz, juga belajar melalui internet, ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Kementerian Agama dalam hal ini juga terus mengembangkan komunikasi, terutama generasi milenial agar terhindar dari radikalisme dengan membuat konten yang mudah dipahami milenial.

Apa yang telah dijelaskannya, H. Kharul sangat mengharapkan agar penyuluh agama mampu menguasai teknologi digital sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam pembangunan dengan bahasa agama. (Nsh)