Rokan Hilir (inmas)- Masjid telah
mengalami perkembangan yang pesat, baik dalam bentuk bangunan maupun fungsi dan
perannya. Hampir dapat dikatakan, dimana ada komunitas muslim di situ ada
Masjid. Di samping menjadi tempat beribadah, Masjid telah menjadi sarana
berkumpul, menuntut ilmu, bertukar pengalaman, pusat dakwah, kepentingan sosial
dan lain sebagainya.
Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas
(Plt) Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Rokan Hilir (Rohil)
Drs. H. Naini, M.Pd.I saat kegiatan pembinaan kemakmuran dan standarisasi Masjid yang ditaja Bidang Urusan Agama Islam (Urais)
Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Riau, Selasa (24/8) bertempat di BIT Hotel, Ujung
Tanjung Kec. Tanah Putih.
Plt melanjutkan, Melihat
pentingnya pengelolaan masjid yang lebih baik dan optimal serta berasas
kemaslahatan bagi ummat, Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Bidang Urusan
Agama Islam (Urais) menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Kemakmuran dan Standarisasi
Masjid.
Selain hal di atas Plt juga menandaskan,
bahwa Masjid harus dikelola dan dimanfaatkan dengan maksimal. Tapi sayangnya
masih terdapat beberapa masjid yang pengelolaannnya masih memprihatikan dan
bahkan sepi ditinggalkan jamaahnya.
Karena itu, disampaikan H. Naini
terdapat tiga aspek manajemen yakni idaroh, imaroh dan riayah.
Dengan aspek idaroh,
pengelolaan masjid diatur dalam sebuah organisasi dan administrasi yang baik.
Aspek imaroh, berarti pengelolaan masjid yang berkaitan dengan
mengembangkan dan memberdayakan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah. Seperti kegiatan
ibadah (sholat lima waktu, sholat Jumat, sholat Id), majelis taklim, pembinaan
remaja masjid, penerbitan buletin dan pengelolaan perpustakaan.
Untuk aspek manajemen ri’ayah,
para pengurus berupaya untuk memelihara, menjaga dan mengembangkan fisik dan
fasilitas masjid, termasuk menjaga keamanan dan kenyamanan masjid. Seperti
misalnya, menjaga kebersihan masjid, dan menjaga keamanan jamaah, baik lahir
maupun batin.
“Dengan ketiga aspek itu, maka
fungsi dan aktifitas masjid diharapkan dapat berjalan dengan baik.
Intinya, para pengurus berkomitmen untuk memiliki sikap dan komitmen
kemasjidan, menancapkan ruhul jihad. Para pengurus pun harus rela mengorbankan
waktu, tenaga serta pikiran untuk kemakmuran masjid,” tutur Pejabat yang masih aktif
sebagai Kasi Pendidikan Madrasah.
<!--StartFragment--> <!--EndFragment-->
Kegiatan yang diselenggarakan selama
satu hari ini menghadirkan peserta berjumlah 35 orang yang terdiri dari para
Pengurus Masjid SE Kab. Rohil. (Nsh)