0 menit baca 0 %

H Nurkhozim, Kasubdit Bina Paham Keagamaan Kemenag RI Hembuskan Nafas Terakhir di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru

Ringkasan: Riau (Inmas)- Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, kabar duka kembali datang datang dari keluarga besar Kementerian Agama se Indonesia. Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Kemenag RI H Nurkhozim menghembuskan nafas terakhir, Rabu (10/03/2021) pukul 04.35 WIB di RSUD Arifin Ahm...

Riau (Inmas)- Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, kabar duka kembali datang datang dari keluarga besar Kementerian Agama se Indonesia. Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Kemenag RI H Nurkhozim menghembuskan nafas terakhir, Rabu (10/03/2021) pukul 04.35 WIB di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, keluarga besar Kanwil Kemenag Riau menyampaikan bela sungkawa sebesar- besarnya, semoga almarhum pergi dengan husnul khotimah, diterima amal ibadahnya dan diampuni khilaf salahnya. Dan keluarga yang ditinggal diberi ketabahan dan keikhlasan, aamiin. Aku Bersaksi bahwa beliau adalah orang baik yang sedang melaksanakan tugasnya di Riau,” ungkap Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mayudin MA penuh duka cita disela- sela takzia nya ke RSUD Arifin Ahmad.

Berdasarkan informasi dari putra almarhum Fadhil Muhammad Naufa yang telah tiba di Pekanbaru sejak kemarin, almarhum Nurkhozim akan dimakamkan di TPU Jakarta dan akan diterbangkan dari Pekanbaru ke Jakarta via Citilink pada pukul 12.35 WIB. 

“Ibu saya saat ini dalam perjalanan ke Pekanbaru, dan diperkirakan tiba di Pekanbaru pukul 09.45 WIB,” ungkap Fadhil yang tidak mampu menutupi rasa sedihnya kehilangan orang yang sangat ia cintai.

Sementara itu Kasi Bina Keagamaan dan Kepustakaan Islam Kanwil kemenag Riau, H Mas Jekki Amri S Sos MM, almarhum Nukhozim berkunjung ke Riau dalam rangka kunjungan kerja bersama Wakil Menteri Agama RI ke Provinsi Riau, Jumat 5 Maret 2021. Karena kondisinya yang kurang fit, kepulangannya ke Jakarta ditunda. 

“Kunjungan almarhum ke Riau dalam rangka malaksanakan dinas monitoring di Pekanbaru, namun pada Senin 8 Maret 2021 tiba- tiba muntah- muntah dan pingsan, langsung dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad. Setelah cek darah, CT Scan dan Rongent ternyata ada penggumpalan darah diotak. Sempat sadar mulai membaik serta di rawat di Bougenvile 1 (VVIP) kamar 408, namun tiba- tiba tadi subuh kondisinya kembali kritis dan menghembuskan nafas terakhir. Berdasarkan informasi dari keluarga, almarhum memang memiliki penyakit bawaan yaitu hypertensi atau darah tinggi,” jelas Jekki.

“Kami sangat kehilangan, apalagi sejak beliau di rawat kami selalu berada disamping beliu. Bahkan saat kondisi beliau sudah membaik, kami juga tetap bersama beliau. Mungkin ini sudah menjadi jalannya, semoga beliau ditempatkan ditempat terbaik disisi Allah SWT, aamiin..,” tambahnya penuh haru. (mus/ana/faj/tim humas)