Kuansing (Kemenag) — Dalam rangka pembinaan internal pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Penghulu H. Riko Pilihantoni, ME, memberikan tausiyah keagamaan yang mengangkat tema pentingnya menjaga shalat lima waktu, khususnya shalat Subuh dan Ashar. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh makna di aula KUA Sentajo Raya, disambut antusias oleh seluruh ASN dan tenaga fungsional yang hadir. Kamis 7 Agustus 2025.
Dalam tausiyahnya, H. Riko mengingatkan para pegawai akan ancaman serius bagi siapa saja yang meninggalkan shalat, terutama pada dua waktu yang kerap diabaikan oleh banyak orang, yaitu Subuh dan Ashar. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
"Barangsiapa yang menjaga shalat pada dua waktu dingin, maka ia akan masuk surga."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dua waktu dingin yang dimaksud dalam hadits tersebut, menurut penjelasan beliau, adalah shalat Subuh dan shalat Ashar, dua waktu yang memerlukan perjuangan untuk mendirikannya karena bersamaan dengan waktu istirahat atau aktivitas padat. Subuh di waktu mengantuk, dan Ashar di kala sibuknya pekerjaan.
"Kita jangan main-main dengan ancaman Allah SWT. Meninggalkan shalat bukan perkara kecil. Itu adalah pembangkangan terhadap perintah Allah langsung. Maka, siapa yang melalaikan shalat Subuh dan Ashar, sungguh ia telah menyia-nyiakan peluang besar untuk meraih surga Allah,” tegas H. Riko dalam ceramahnya.
Selain menyampaikan nasihat agama, H. Riko Pilihantoni juga mengaitkan urgensi menjaga shalat tepat waktu dengan profesionalitas dan integritas pegawai KUA. Menurutnya, aparatur Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam pelaksanaan ibadah dan akhlak mulia di tengah masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian, yang turut hadir dalam kegiatan ini, mengapresiasi tausiyah yang disampaikan. Ia berharap kegiatan pembinaan semacam ini rutin dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja.
"Pembinaan spiritual seperti ini adalah ruh dari pelayanan kita. Kalau hati kita bersih dan ibadah kita lurus, maka pelayanan kepada masyarakat pun akan lebih berkualitas,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar seluruh pegawai KUA dapat semakin meningkatkan disiplin shalat serta menerapkannya dalam kehidupan pribadi maupun pelayanan publik.(RDW)