Riau (Inmas) - Setelah disambut kedatangannya oleh Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag melakukan kunjungan kerja di Prov. Riau, Sabtu (24/4/21).
Mengawali kunjungan silaturrahmi Ditjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Provinsi Riau dilakukan di Kabupaten Rokan hilir dengan mengunjungi Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah.Â
Bersama Kasi Pondok Pesantren dan Ma" had Aly Dr. H. M. Fakhri, MA dan Kasi Pendidikan Diniyah dan Kesetaraa Drs. H. Dahlan, MA serta Kasi Sistem Informasi H. Jasri, SE. MPd Rombongan menuju Pesantren Bidayatul Hidayah.
Dengan tetap menjaga Protokol Kesehatan, Kedatangan Rombongan disambut oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Rohil yang di Wakili Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren H. Suhaimi dan Pimpinan Pondok Pesantren KH. Hasanuddin dengan 2.500 Santri.
Dalam sambutan dan arahannya Direktur Waryono menyampaikan kepada santri untk tidak menyia - nyiakan kesempatan dalam menimba ilmu di pesantren untuk menghasilkan prestasi.Â
"diharapkan anak-anak kami tidak hanya sekedar memiliki preatasi ditingkat lokal tetapi juga di tingkat Nasional bahkan jika perlu di tingkat Internasional. Untuk itu Kementerian Agama hadir melalui program beasiswa santri berprestasi (PBSB)".Â
Menurut direktur dengan adanya program PBSN santri dan Ustadz dapat mempertajam keilmuannya di Perguruan tinggi baik di Indonesia maupun di Luar Negara.Â
Kementerian Agama juga berupaya memperkuat kemandirian Pondok Pesantren dengan mengsingkronkannya dengan program Kementerian Lainnya.Â
"pesantren diminta untuk dapat memberdayakan potensi yang ada di pesantren, seperti pemanfaatan lahan dengan berbagai inovasi dan kreatifitas dibidang Perkebunan, Peternakan dan perkebunan. Khusus yang sudah berjalan untuk terus di tingkatkan dan di kembangkan".
Pimpinan Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah menyampaikan Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah merupakan Satuan pendidikan PKPPS Wustha dan Madrasah Aliyah dengan jumlah Santri 2.500.Â
"Untuk Tahun Ajaran 2021/2022 Pondok menerima 700 lebih calon santri yang mendaftar. Mengelola santri yang cukup banyak tersebut diperlukan infrastruktur, tenaga pendidik dan kependidikan yang banyak, dengan kedatangan Bapak Direktur diharapkan dapat memberikan doa dan dukungan agar potensi besar yang ada saat ini dapat dikelola dengan baik dan profesional".Â
Lebih lanjut pimpinan pondok menyampaikan pondok yang menganut tradisi kepesantrenan dan akhlak mulia sebagai panduan utama kepada para santri dapat melahirkan ulama dan pemimpin yang berakhlak mulia di masa mendatang". (fakhri)