0 menit baca 0 %

Hadir Memberikan Materi, Karo Perencanaan Kemenag RI Tekankan Skala Prioritas dalam Penganggaran

Ringkasan: Riau (Kemenag) - Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kemenag RI H Muhammad Iqbal,SE.MM meminta, Satuan Kerja (Satker) di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama benar- benar mengedepankan skala prioritas dalam perencanaan dan penganggaran Tahun Anggaran 2025.Hal tersebut ditegaskan Muha...

Riau (Kemenag) - Kepala Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal Kemenag RI H Muhammad Iqbal,SE.MM meminta, Satuan Kerja (Satker) di Lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama benar- benar mengedepankan skala prioritas dalam perencanaan dan penganggaran Tahun Anggaran 2025.

Hal tersebut ditegaskan Muhammad Iqbal saat menjadi Narasumber Rapat Koordinasi Penyusunan Anggaran TA.2025 serta Evaluasi dan Pelaporan Program dan Anggaran Satuan Kerja di Lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Rabu (28/8/2024) di di Ball Room Hotel Aryaduta Pekanbaru.

Menurutnya, membuat skala prioritas akan membantu perencana menentukan mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda. Hal tersebut menjadi salah satu langkah krusial dalam pengelolaan keuangan Kementerian Agama.

“Rakor ini merupakan momentum yang sangat baik untuk bersama- sama memahami proses perencanaan program dan penyusunan anggaran dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran Kementerian Agama satu tahun atau lima tahun yang akan datang,” ucapnya.

Lebih lanjut Muhammad Iqbal mengatakan, menyusun rencana kerja merupakan mencapai tujuan, dan untuk mencapai tujuan dengan cara terstruktur dan sistemik sesuai dengan peraturan terkait dengan perencanaan dan penganggaran di Kementerian Agama. Hasil dari penyusunan rencana kerja tersebut akan dituangkan dalam dokumen perencanaan rencana kerja strategis (renstra) lima tahun kedepan.

“Saat ini yang berlaku adalah Renstra tahun 2020 – 2024, ini tahun terkhir dan akan masuk pada Restra tahun 2025- 2029. Dan saat ini sedang dilakukan penyusunan Renstra untuk tahun 2025 – 2029 dan renstra satker merupakan bagian dari Renstra Kementerian Agama secara nasional yang disusun menyesuaikan dengan bidang masing- masing,” terang Muhammad Iqbal.

Iqbal menambahkan, Penyunan Renstra juga harus mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional, sehingga perlu diperhatikan beberapa program skala prioritas atau tidak. Berdasarkan Indentifikasi Program Kerja Presiden 2025 -2029, Program Kerja Kementerian Agama tertuang dalam Bidang Keagamaan dan Bidang Pendidikan. 

Iqbal menyebutkan, salah satu yang termasuk dalam program Kementerian Agama adalah Asta Cita 2, yaitu memantapkan system pertahanan kemanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energy, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru.  

Sasaran Ekonomi Syariah dengan Program Kerja menguatkan ekosistem industry halal dan memberikan insentif yang diperlukan, mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah melalui penguatan lembaga keuangan syariah, memperluas ekosistem usaha syariah, pendidikan dan peneilian serta optimalisasi pemanfaatan dana social (zakat, infaq, sedekah dan wakaf) sesuai peruntukannya.

“Bidang Agama dan Bidang Pendidikan memiliki beberapa Asta Cita yang terkait dengan Kemenag, diantaranya pada Bidang Agama Asta Cita 2 dengan sasaran Ekonomi Syariah, Asta Cita 4 Memperkuat Sistem Kesehatan Nasional, dan Asta Cita 8 dengan sasaran Masyarakat Adil, Makmur dan Harmonis,” jelasnya.

Dibidang Pendidikan, Asta Cita 4 yaitu memperkuat pendidikan, sains dan tekologi dan penguatan system peningkatan kualitas SDM. “Poin- poin Asta Cita menjadi perhatian dalam perencanaan dan penaggaran kedepan,” pungkasnya. 

Tampak hadir mendampingi Karo Perencanaan Kemenag RI, Kasubtim Kebijakan dan Evaluasi Program Redho Slamet Pribadi, Plt Kakanwil Kemenag Riau H Muliardi dan Plt Kabag TU H Rahmat Suhadi, Ketua Tim Perencanaan Data dan Informasi Amri Fitri dan Ketua Pokjana Privinsi Riau Nofri Yandra. dan diikuti sekitar 165 orang peserta terdiri dari Kuasa Pengelola Anggaran (KPA) Kantor Kemenag dan Kepala Madrasa, Perencana, PIC Smart dan Emonev, Operator Capaian Output (Caput) Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau. (*)