0 menit baca 0 %

Hadiri Haflah Akhirussanah Ka. KanKemenag Berpesan "Lestarikan Nilai Kepesantrenan Sepanjang Hayat"

Ringkasan: Rokan Hulu (Inmas)- Pondok Pesantren Yapita Tambusai mengadakan Haflah Akhirussanah dengan semarak, Kamis 30 Mei 2024.Hadir pada acara ini Kepala Kantor Kemenag H. zulkifli, Kepala Desa Tali Kumain, ketua Yayasan Yapita, tokoh agama  Tambusai dan wali santri. Acara dimulai dengan menyambut kedatan...

Rokan Hulu (Inmas)- Pondok Pesantren Yapita Tambusai mengadakan Haflah Akhirussanah dengan semarak, Kamis 30 Mei 2024.

Hadir pada acara ini Kepala Kantor Kemenag H. zulkifli, Kepala Desa Tali Kumain, ketua Yayasan Yapita, tokoh agama  Tambusai dan wali santri. 

Acara dimulai dengan menyambut kedatangan Kepala Kemenag yang ditandai dengan pemasangan Sal oleh kepala Desa Tali Kumain. 

Selanjutnya kata sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren Yapita, Kiyai Alimin yang menyebutkan bahwa pada tahun 2023/2024 ini kita berhasil menamatkan sebanyak 45 santri. 

Dalam pada itu, Ka. Kankemenag Kab. Rokan Hulu menyampaikan apresiasi atas kegiatan haflah akhirussanah yg sangat meriah ini. Saya sangat bangga melihat penampilan santri yang luar biasa. 

Selanjutnya Zulkifli Syarif mengajak semua santri yang tamat untuk melestarikan nilai-nilai kepesantrenan yang telah ananda rasakan selama 6 tahun ini. Sekurang- kurangnya ada dua nilai kepesantrenan yang harus terus ada dalam kehidupan ananda semuanya, yaitu:

Pertama, nilai kemandirian selama 6 tahun ananda telah dibina menjadi pribadi yg mandiri. Semua santri dilatih untuk bisa mengurus dirinya sendiri, seperti menyiapkan makan, menyuci pakaian, menyiapkan buku pelajaran dan  lainnya. Dengan didikan seperti ini diharapkan semua santri siap menjadi pribadi yanh mandiri pada masa yang akan datang. 

Kedua, nilai kesederhanaan, nilai lain yang tak kalah pentingnya adalah kesederhanaan. Dalam segi pakaian ananda dibiasakan memakai sarung dan baju koko putih yang jauh dari kemewahan. Demikian juga dalam perkara makanan dibiasakan lauk pauk yang sederhana seperti teri, terung, tahu, tempe dan sesekali dapat makan daging hal lain juga terlihat dari tempat tidur yang dari kasur tipis. 

"Semuanya itu akan melatih diri ananda menjadi pribadi yang penuh sederhana. Jika kelak nanti nanda mnjadi orang yang hebat maka ananda tidak menjadi orang yang sombong. Dan jika kelak nanti menjadi orang yang biasa saja hal itu sudah biasa ananda alami", ujar H. Zulkifli.. 

"Jadi, jadikan nilai yang telah diperoleh ini sebagai pakaian sehari-hari lestarikan nilai tersebut sepanjang hayat kita ", tambah Ka. Kankemenag. 

"Akhirnya saya ucapkan selamat atas santri yang sudah menamatkan pendidikannya di pondok ini dan terus tingkatkan pencarian ilmunya ke jenjang yang lebih tinggi", pesan Ka.Kankemenag di akhir kata sambutannya.( Humas)