Pekanbaru (Kemenag) - Kepala MAN 1 Bengkalis, M.Rizal, S.Pd.I, M.Pd, turut hadir dalam acara pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Riau tahun 2025 yang diselenggarakan di MAN 3 Kota Pekanbaru, Rabu (01/10/2025).
Kegiatan pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2025 ini dibuka secara resmi oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, mewakili Gubernur Riau. Kegiatan ini diikuti langsung oleh Kabag Tata Usaha, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se-Provinsi Riau, seluruh Kepala MA, Mts, MI Negeri dan seluruh peserta yang mengikuti OMI 2025 tingkat Provinsi Riau.
Zulkifli Syukur menyampaikan sambutannya bahwa “OMI Tingkat Provinsi ini bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, dan daya saing siswa madrasah di bidang sains dan riset, dengan integrasi nilai-nilai keislaman, sains, teknologi, dan kearifan lokal,” Ujar Zulkifli
Secara khusus, Zulkifli Syukur menambahkan “OMI 2025 bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa, serta menguatkan akhlak mulia dan wawasan kebangsaan mereka,” Ungkap Zulkifli
Hal senada juga disampaikan Kepala MAN 1 Bengkalis, M.Rizal, S.Pd.I, M.Pd, ia menekankan bahwa OMI bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan wahana penting untuk melatih kecerdasan, menumbuhkan kedisiplinan, serta membangun karakter siswa-siswi menjadi individu yang beriman dan berakhlak mulia,” Ujar M. Rizal
Kegiatan pembukaan ini melibatkan para siswa yang akan menjadi peserta dalam berbagai cabang OMI, para guru, serta panitia penyelenggara. Partisipasi aktif Kepala MAN 1 Bengkalis dalam acara ini menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan pendidikan dan apresiasi terhadap semangat kompetisi yang sehat di kalangan peserta didik MAN 1 Bengkalis.
Dengan diadakannya Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) ini, maka madrasah memiliki wadah untuk mengembangkan potensi dan bakat siswa di bidang sains dan riset, serta melahirkan generasi yang cerdas, inovatif, kritis, dan berintegritas, sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Ajang ini juga menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritualnya, serta meningkatkan daya saing kualitas madrasah di tingkat provinsi hingga nasional. (Ical)