Jakarta - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA bersama 33 Ka. Kanwil Se Indonesia menghadiri Silaturrahmi bersama Menteri Agama RI, H. Yaqut Cholil Qoumas, Senin (12/4/21) di Hotel Mercuri Jakarta.
Pada kesempatan tersebut Menteri Agama didampingi Sekjen Kemenag RI Nizar, Staf Khusus dan Tim Ahli bersama 34 Ka. Kanwil Kemenag Provinsi di Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia membahas Program prioritas dan Kebijakan Strategis Kedepannya Kementerian Agama.
Menteri Agama meminta seluruh jajarannya untuk segera menindaklanjuti program prioritas yang telah ditetapkan dan berkonsentrasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Saya minta, arahkan konsentrasi kita untuk melayani seluruh masyarakat. Ingat kita berada di Kementerian Agama yang harus melayani seluruh umat beragama, bukan hanya satu agama saja. Saya tidak mau lagi mendengar ada korupsi, kolusi, bahkan diskriminasi di kementerian ini,” kata Menag Yaqut.
Menag juga berkomitmen dalam masa kepemimpinannya harus dilakukan perbaikan tata kelola birokrasi dan layanan publik. Hal ini menurutnya tidak akan tercapai tanpa peran Kakanwil yang merupakan perpanjangan birokrasi Kemenag di daerah. Karenanya, Menag menekankan enam hal yang harus diperhatikan oleh para Kakanwil. Pertama, setiap Kakanwil perlu mengintensifkan koordinasi dan komunikasi. yang bukan hanya dilakukan secara internal. Tapi juga membangun komunikasi dengan berbagai stake holder dan pihak terkait di daerahnya, termasuk Pemda.
Kedua, Menag meminta tiap Kakanwil untuk responsif terhadap permasalahan yang terjadi di wilayahnya. Jika ada masalah terkait kerukunan umat beragama di wilayahnya coba segera diselesaikan. Jangan berlarut-larut. Bila Kakanwil tidak mampu menyelesaikan, baru komunikasikan ke pusat. Tapi sebisa mungkin, selesaikan di level lokal.
Ketiga, Menag juga menegaskan tidak akan menoleransi adanya transaksional jabatan di lingkungan Kemenag. Hal ini menurut Menag sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo saat melantik dirinya.
“Jangan coba-coba melakukan transaksional jabatan di Kemenag. Selama saya diberikan kepercayaan untuk mengemban amanah di kementerian ini, maka saya berusaha tidak akan menempatkan seseorang karena faktor like dan dislike. Apalagi ada transaksional jabatan,”imbuhnya.
Keempat, tidak boleh ada lagi terjadi pemotongan bantuan. Menteri Agama menegaskan bahwa dirinya tidak akan segan untuk melibatkan aparat penegak hukum bila ada yang berani melakukan pemotongan bantuan.
Kelima, Menag meminta jajarannya tidak berlebihan dalam penyambutan menteri atau pimpinan. Dan terakhir, Menag meminta jajarannya untuk segera mengimplementasikan program prioritas yang telah disepakati dalam Rakernas lalu.
Selanjutnya Menteri Agama mengatakan Enam program prioritas Kemenag meliputi:
a. Penguatan Moderasi Beragama di internal Kementerian Agama dan masyarakat
b. Transformasi Digital untuk layanan publik dan kinerja aparatur
c. Revitalisasi KUA sebagai etalase layanan keagamaan
d. Kemandirian Pesantren agar pesantren memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan sehingga dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat secara optimal
e. Cyber Islamic University untuk memberikan akses pendidikan berkualitas dan merata
f. Religiosity Index sebagai alat ukur untuk menjadikan Indonesia sebagai barometer kualitas ukhuwah islamiyah, wathoniyah dan basyariyah