Siak
(Kemenag) - Dalam rangka menyambut Haflah ke-11, Pondok Pesantren Riyadus
Sholihin menggelar lomba fashion show santri putri yang mengusung konsep unik
dan penuh kreativitas, Rabu (19/02/2025). Para peserta diwajibkan menggunakan
barang bekas atau bahan daur ulang sebagai bahan utama dalam rancangan busana
mereka.
Acara
yang digelar di aula pesantren ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi
dari para santri dan warga sekitar. Berbagai busana inovatif hasil kreasi para
santri putri dipamerkan di atas catwalk, menampilkan kombinasi artistik dari
bahan-bahan yang umumnya dianggap tidak bernilai, seperti kertas koran, plastik
bekas, kain perca, kertas nasi, kardus, karung beras dan lain-lain.
Ketua
Panitia Kegiatan, Shifa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba ini bukan
hanya sebagai ajang unjuk kreativitas, tetapi juga sebagai bentuk edukasi bagi
para santri tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan kembali
barang-barang bekas.
“Kegiatan
ini mengajarkan santri bahwa keindahan bisa diciptakan dari hal-hal sederhana
di sekitar kita. Selain itu, ini juga bagian dari upaya menanamkan kesadaran
lingkungan sejak dini,” ujar Shifa.
Para
juri yang terdiri dari desainer lokal dan Alumni turut memberikan penilaian
berdasarkan kreativitas, estetika, serta pesan yang ingin disampaikan melalui
busana yang ditampilkan. Beberapa karya yang mencuri perhatian adalah gaun
berbahan koran yang disulap menjadi busana elegan, serta pakaian dari kantong
plastik yang dikreasikan menjadi tampilan modern nan unik.
Salah
satu peserta, Isna, mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut berpartisipasi dalam
lomba ini. “Awalnya saya kesulitan mencari bahan yang cocok, tetapi setelah
mencoba berbagai kombinasi, akhirnya dengan bantuan rekan sekelas, saya
berhasil membuat gaun dari plastik bekas yang nyaman dipakai,” ujarnya.
Pemenang
1, 2 dan 3 dalam lomba fashion show ini mendapatkan penghargaan khusus dari
pesantren sebagai Miss Riyadus Sholihin tahun 2025 dan seluruh peserta lainnya tetap
mendapatkan apresiasi atas partisipasi dan kerja keras mereka dalam merancang
busana kreatif berbahan daur ulang.
Acara ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya
menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga wadah bagi santri untuk
mengembangkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan suksesnya
lomba ini, Pondok Pesantren Riyadus Sholihin berharap dapat terus mengadakan
kegiatan serupa di masa mendatang. (Rois/NA)