Dumai (Kemenag) - Mengikuti informasi terkait pengumuman
seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tingkat Kab/Kota &
Provinsi Tahun 1447H/2026M, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Medang
Kampai (PAI KUA MK) tidak ingin ketinggalan dan terus berupaya memantau serta
mencari tahu hal-hal apa saja yang diperlukan terkait proses pendaftaran
mengikuti Seleksi PPIH Arab Saudi tersebut, Jum’at (28/11/2025).
Hal ini merupakan bentuk semangat sekaligus antusias para
Penyuluh untuk berupaya menjadi bagian dalam pelaksanaan ibadah haji tahun
1447H/2026M.
Menanggapi tenggat waktu proses pendaftaran Calon PPIH
Tingkat Kabupaten/Kota yang berdurasi selama delapan hari sejak 21 hingga 28
November 2025, sebagian PAI Medang Kampai telah berhasil melakukan submit data
sesuai waktu yang ditentukan, bahkan sekarang telah dipebarui berdasarkan surat
edaran Kementerian Haji dan Umrah SD-3/BN/BN.3/2025 terkait Perpanjangan Waktu
Submit Peserta Seleksi PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi menyatakan perpanjangan
waktu submit akan mengalami perpanjangan hingga 1 Desember 2025.
Hal ini tentu akan mempermudah para penyuluh untuk
mempersiapkan diri beberapa waktu mendatang menjelang dilaksanakan ujian CAT
Petugas Haji.
Nurhayati selaku PAI KUA Kecamatan Medang Kampai merasa
sangat senang ikut serta dalam Seleksi PPIH Arab Saudi ini.“Soal hasil kalau
lulus alhamdulillah. Kalau belum, tidak masalah. Yang penting setiap ada
kesempatan dicoba terus dengan prosedur yang telah ditentukan,” ungkap
Nurhayati
Nurhayati juga menambahkan bahwa sebelumnya telah
berkesempatan mengunjungi Arab Saudi, dengan hal tersebut semakin menumbuhkan
semangat dirinya untuk melayani jamaah haji 2026/1447M.
Lebih lanjut, Ketua PAI KUA Kecamatan Medang Kampai Muhsin
Ade Saputra juga menuturkan, “kami pribadi sangat bersyukur karena seleksi
diumumkan secara luas sehingga semua elemen bisa mengikuti dan membuka peluang
untuk semua agar menjadi petugas haji di tahun 2026 nantinya terkhusus untuk
para Panyuluh Agama Islam,” ucap Muhsin Ade Saputra
Ada banyak tahapan dalam melakukan pendaftaran seleksi
petugas haji, dimulai dengan membuat akun, melengkapi persyaratan administrasi,
mempersiapkan aplikasi ujian berbasis CAT dan beberapa tahapan lainnya hingga
kelulusan.
“Semangat ini tidak boleh hilang walau nanti yang diterima
hanya satu petugas dalam setiap bidang layanan yang dipilih, karena usaha dan
doa tetap lebih baik,” tutup Mustaghfiri juga selaku PAI KUA Kecamatan Medang
Kampai.
Antusias dan semangat dari PAI Medang Kampai Kota Dumai ini
diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk para Penyuluh Agama Islam di
daerah-daerah lainnya terutama Provinsi Riau.(Izzi/Ayu)