Indragiri Hulu (Kemenag) โ Senyum dan
raut bahagia tampak menghiasi wajah pasangan calon pengantin yang hadir di
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Cenaku pada Senin, 01 September
2025. Mereka datang untuk mengikuti pengisian Formulir BP4 (Badan Penasihatan,
Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan), sebuah tahapan penting sebelum
melangkah ke pelaminan.
Proses pengisian berlangsung di ruang
pelayanan KUA dengan suasana tertib dan penuh bimbingan. Calon pengantin duduk
bersebelahan, menuliskan data-data penting terkait kelengkapan administrasi
pernikahan, sementara keluarga yang mendampingi tampak turut menyimak jalannya
kegiatan.
Penghulu Muda, Asyaf M. Akbar,
bersama Staf KUA M. Nadzirin, mendampingi langsung proses tersebut. Mereka
memastikan setiap data terisi dengan benar sesuai dokumen persyaratan yang
dibawa calon pengantin. Turut hadir pula Tiara Malia Sari yang membantu
memberikan arahan teknis selama pengisian.
Dalam kesempatan itu, petugas juga
menjelaskan makna dan fungsi BP4. Lebih dari sekadar administrasi, formulir ini
menjadi bagian dari pembekalan bagi pasangan pengantin tentang hak dan
kewajiban dalam rumah tangga, pentingnya menjaga keharmonisan, serta menjadikan
pernikahan sebagai ibadah.
โBP4 ini bukan hanya soal syarat
administrasi. Melalui wadah ini, kita ingin calon pengantin memahami bahwa
rumah tangga adalah ladang ibadah, tempat saling melengkapi dan menjaga
keharmonisan keluarga,โ ujar Asyaf M. Akbar usai mendampingi pasangan
pengantin.
Calon pengantin yang hadir tampak
antusias. Mereka mendengarkan setiap penjelasan dengan seksama, sesekali
mengangguk tanda memahami. โPenjelasan dari petugas sangat membantu kami. Jadi
bukan hanya mengisi formulir, tapi juga mendapatkan arahan yang menenangkan
hati,โ ungkap salah satu calon pengantin dengan senyum penuh harap.
Suasana akrab dan komunikatif itu
membuat proses pengisian BP4 terasa lebih bermakna. Bagi pasangan yang sedang
menapaki jalan menuju pernikahan, tahapan ini menjadi pengingat bahwa rumah
tangga tidak hanya dibangun dengan cinta, tetapi juga dengan ilmu, tanggung
jawab, dan doa.
(Agan Aliyudin โ Reski)