Hapus Diskriminasi Terhadap Madrasah
Ringkasan:
Depok (Pinmas)--Rapimnas Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) merekomendasikan agar ketimpangan dan diskriminasi mutu pendidikan di madrasah dihapuskan. Ketua IPNU, Ahmad Syauqani menilai masih adanya ketimpangan kebijakan pendidikan antara madrasah dan sekolah yang berimplikasi terhadap upaya peni...
Depok (Pinmas)--Rapimnas Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) merekomendasikan agar ketimpangan dan diskriminasi mutu pendidikan di madrasah dihapuskan. Ketua IPNU, Ahmad Syauqani menilai masih adanya ketimpangan kebijakan pendidikan antara madrasah dan sekolah yang berimplikasi terhadap upaya peningkatakan mutu pendidikan di madrasah.
"Karena itu, IPNU mendorong pemerintah untuk menghapus diskiminasi antara madrasah dan sekolah umum dalam kebijakan strategis pendidikan nasional," ungkapnya usai acara Rapimnas di Wisma Makara UI, Depok, Ahad (7/3). Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, pun berjanji untuk menghapus dikriminasi di sekolah madrasah agar tidak terjadi ketimpagan.
Rapimnas IPNU juga merekomendasi berbagai kebijakan pendidikan nasional lain. Salah satunya realisasi anggaran pendidian 20 persen di daerah. "Kami meminta menciptakan akuntabilitas dan transparansi penggunaan uang negara tersebut, IPNU meminta pemerintah mengontrol pemeritah daerah agar realisasi anggaran pendidikan tepat sasaran," kata Syauqani.
Selain itu, Rapimnas IPNU juga membicarakan masalah kaderisasi IPNU bahwa sejauh ini NU belum memiliki grand design kaderisasi, yang menyebabkan kaderisasi di linkungan NU bersifat parsial dan tumpang tindih. "Oleh karenanya perlu segera menyusun grand design dengan melibatkan seluruh banom dan lembaga UN sebagai proses kaderisasi,dan menata sampai ke tingkat kemasiswaan," tutur dia.(rep/ts)