0 menit baca 0 %

Harapan Seorang Lansia, Nurleili Lubis Beri Pencerahan tentang Pemberangkatan Haji bagi Jamaah Usia Lanjut

Ringkasan: Mandau (Kemenag) Kamis pagi (02/10/2025) Ruangan Penyuluh Agama KUA Mandau kembali menjadi saksi bisu curahan hati seorang warga berinisial NJ (72). Dengan langkah perlahan namun penuh harap, NJ datang untuk berkonsultasi mengenai keinginannya menunaikan ibadah haji.

Mandau (Kemenag) – Kamis pagi (02/10/2025) Ruangan Penyuluh Agama KUA Mandau kembali menjadi saksi bisu curahan hati seorang warga berinisial NJ (72). Dengan langkah perlahan namun penuh harap, NJ datang untuk berkonsultasi mengenai keinginannya menunaikan ibadah haji. Namun, usianya yang sudah di atas 70 tahun sementara nomor porsi hajinya masih tinggi membuat kegelisahan tak dapat ia sembunyikan.

“Usia saya sudah lanjut, sementara antrian masih panjang… apakah saya masih punya kesempatan berangkat, Bu?” tanya NJ dengan suara bergetar, menyiratkan betapa besar kerinduan seorang hamba untuk menunaikan panggilan Allah ke Tanah Suci.

Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Nurleili Lubis, menerima NJ dengan penuh kesabaran dan empati. Dalam suasana yang hening, beliau menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah memang belum mengumumkan adanya kebijakan khusus terkait pemberangkatan haji bagi lansia.

“Untuk saat ini, pemerintah belum membuka peluang haji khusus lansia. Namun, jika sudah ada kebijakan resmi, KUA Mandau akan segera menyampaikan informasi kepada masyarakat luas, agar semua jamaah bisa mengetahui dengan jelas,” terang Nurleili dengan penuh ketulusan.

Tak hanya berhenti pada penjelasan administratif, Nurleili juga menyentuh hati NJ dengan motivasi yang ia sebut sebagai jalur langit. Beliau mengingatkan agar NJ memperbanyak doa kepada Allah SWT, karena hanya Allah yang Maha Kuasa menentukan siapa yang dipanggil menjadi tamu-Nya di Baitullah.

“Antrian boleh panjang, aturan bisa berubah, tapi jangan lupakan satu jalur yang tak pernah tertutup: jalur langit. Perbanyak doa, yakinlah Allah akan memilih waktu terbaik untuk memberangkatkan hamba-hamba-Nya yang rindu kepada Ka’bah,” ujar Nurleili dengan suara yang menyejukkan hati.

Mendengar penjelasan itu, wajah NJ yang semula murung tampak lebih tenang. Ia merasa lega karena mendapat informasi yang jelas sekaligus penguatan batin. “Saya ikhlas menunggu, asal Allah izinkan saya berpijak di Tanah Suci, itu sudah cukup,” ucap NJ dengan mata berkaca-kaca.

Konsultasi ini tidak hanya memberi kepastian informasi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi masyarakat, khususnya para lansia, bahwa harapan untuk berangkat haji tidak pernah pupus. Selama doa tak pernah berhenti dipanjatkan, keyakinan itu akan selalu hidup di hati.