Penulis: Redaksi
Tanggal: 22 Desember 2025
Hari Ibu tahun ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Di sejumlah wilayah Indonesia, bencana alam masih menyisakan duka dan tantangan berat bagi masyarakat. Namun di tengah keterbatasan tersebut, peran ibu justru tampil semakin nyata sebagai pilar ketahanan keluarga dan komunitas.
Dalam situasi darurat, ibu tidak hanya berperan sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai penguat mental keluarga. Mereka memastikan anak-anak tetap mendapatkan rasa aman, menjaga nilai-nilai kehidupan, serta menjadi penghubung solidaritas antarwarga. Ketangguhan ini menunjukkan bahwa peran perempuan sangat strategis dalam proses pemulihan pascabencana.
Pemerintah dan berbagai lembaga kemasyarakatan terus mendorong pendekatan penanganan bencana yang responsif gender. Hal ini mencakup pemenuhan kebutuhan khusus perempuan dan anak, pemberdayaan ibu dalam pengambilan keputusan di tingkat komunitas, serta dukungan psikososial yang berkelanjutan.
Peringatan Hari Ibu tidak hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga momentum refleksi bersama. Sudahkah ruang partisipasi bagi perempuan diperluas? Sudahkah kebijakan publik benar-benar berpihak pada ketahanan keluarga?
Di tengah bencana, ibu hadir sebagai sumber harapan. Keteguhan mereka adalah kekuatan bangsa. Dengan dukungan semua pihak, peran strategis ibu akan semakin optimal dalam membangun masyarakat yang tangguh, peduli, dan berdaya.