0 menit baca 0 %

Hari Ke-5 Manasik Haji KUA Kecamatan Bengkalis dan Bantan: Bimbingan Manasik Umrah oleh Ketua Kloter

Ringkasan: Bengkalis, 15 April 2025 Kegiatan manasik haji KUA Kecamatan Bengkalis dan Bantan memasuki hari ke-5 yang berlangsung pada pagi ini, Selasa, pukul 08.00 09.00 WIB di Musholla Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis.Kegiatan manasik kali ini diisi oleh Dr.

Bengkalis, 15 April 2025 — Kegiatan manasik haji KUA Kecamatan Bengkalis dan Bantan memasuki hari ke-5 yang berlangsung pada pagi ini, Selasa, pukul 08.00–09.00 WIB di Musholla Al Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan manasik kali ini diisi oleh Dr. H. Charles, MA, yang juga merupakan Ketua Kloter. Beliau membawakan materi “Bimbingan Manasik Umrah” dengan dua poin penting, yaitu larangan ihram dan zikir serta do'a selama umrah.
1. Larangan Ihram
Dr. H. Charles menyampaikan bahwa saat seorang jemaah telah berniat ihram dan mengenakan pakaian ihram, terdapat beberapa larangan yang wajib dijaga, di antaranya:
a. Tidak memakai pakaian berjahit bagi laki-laki.
b. Tidak memakai wangi-wangian.
c. Tidak mencukur rambut atau memotong kuku.
d. Tidak berburu binatang darat.
e. Tidak melakukan hubungan suami-istri.
f. Tidak melangsungkan akad nikah.
g. Tidak bertengkar atau berkata kasar.

Larangan-larangan ini menjadi latihan rohani untuk menahan hawa nafsu dan menjaga kekhusyukan selama menjalankan ibadah umrah.

2. Zikir dan Do’a
Selanjutnya, beliau menyampaikan pentingnya memperbanyak zikir dan do’a dalam setiap tahapan ibadah umrah. Zikir menjadi pengingat bagi hati agar selalu tertuju pada Allah, sementara do’a menjadi sarana memohon ampun dan kebaikan dunia-akhirat.
Do’a boleh menggunakan bahasa sendiri, agar maknanya dapat lebih diresapi. Beberapa do’a yang dianjurkan seperti doa thawaf, doa di Multazam, doa ketika sa’i, hingga doa saat minum air zamzam.
Penyampaian yang Santai dan Menghibur. Dengan gaya khasnya yang santai dan penuh kehangatan, Dr. H. Charles sukses membuat suasana manasik pagi ini menjadi lebih hidup dan segar. Sesekali beliau melontarkan candaan yang membuat jemaah ibu-ibu tertawa lepas.

Salah satu candaannya yang disambut gelak tawa adalah:"Ibu-ibu harus paham kode suami ya. Suami ini, Buk-Ibuk, kalau seminggu saja jauh dari istrinya, kopiahnya itu udah mulai miring-miring. Udah kelihatan tanda-tanda rindu berat!”
Gaya penyampaian ini tidak hanya membuat materi lebih mudah dicerna, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di antara jemaah.
Kegiatan manasik hari ini kembali berlangsung dengan penuh antusias. Rangkaian kegiatan akan terus berlanjut hingga seluruh jemaah benar-benar siap secara fisik, mental, dan spiritual untuk menjalani ibadah di Tanah Suci.