Bengkalis, Senin 14 April 2025 – Kegiatan manasik haji gabungan KUA Kecamatan Bengkalis dan Bantan memasuki hari ketiga dengan menghadirkan narasumber H. Zulkarnaen, S.Ag, yang menyampaikan materi penting seputar Pemantapan Ibadah dan Kegiatan Selama Penerbangan. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 WIB di Musholla Al Ikhlas, Kantor Kementerian Agama Bengkalis, dengan Firdaus, Lc bertindak sebagai moderator.
Materi yang disampaikan mengangkat empat poin utama yang sangat relevan bagi jamaah calon haji, khususnya menjelang dan selama perjalanan menuju tanah suci:
1. Tayamum – Disampaikan bahwa tayamum merupakan bentuk keringanan (rukhsah) dalam bersuci ketika air tidak tersedia atau tidak bisa digunakan karena kondisi tertentu seperti sakit atau keterbatasan tempat dalam pesawat. Jamaah dibekali dengan pemahaman praktis tentang pelaksanaan tayamum dengan debu bersih saat dalam perjalanan.
2. Tata Cara Sholat dalam Perjalanan – Jamaah diingatkan pentingnya menjaga sholat meski dalam kondisi bepergian. Oleh karena itu, diberikan pemahaman tentang rukhsah sholat, yaitu:
Jamak: menggabungkan dua waktu sholat (Dzuhur dengan Ashar, atau Maghrib dengan Isya).
Qashr: meringkas sholat empat rakaat menjadi dua rakaat.
Jamak Qashr: penggabungan dan peringkasan sekaligus.
Kelonggaran ini diberikan sebagai bentuk kemudahan dari Allah bagi hamba-Nya yang mengalami kesulitan, seperti dalam perjalanan jauh menuju tanah suci.
3. Keselamatan Penerbangan – Ditekankan kepada jamaah untuk mematuhi semua aturan keselamatan selama penerbangan, termasuk penggunaan sabuk pengaman, mengikuti instruksi pramugari, serta menjaga ketertiban di dalam pesawat. Hal ini penting agar perjalanan ibadah dapat berlangsung aman dan lancar.
4. Layanan Ibadah Ramah Lansia – Dengan semakin banyaknya jamaah haji lanjut usia, disampaikan pula pentingnya perhatian dan pelayanan khusus bagi mereka. Mulai dari pendampingan saat ibadah, pemahaman tentang kemudahan dalam menjalankan rukun haji, hingga fasilitas yang disiapkan pemerintah untuk memudahkan mereka.
Dalam penjelasannya, H. Zulkarnaen juga menguraikan latar belakang munculnya rukhsah atau keringanan dalam ibadah. Keringanan ini diberikan kepada umat Islam dalam kondisi:
1. Bepergian (musafir)
2. Sakit
3. Dipaksa
4. Lupa
5. Tidak tahu (jahlun)
6. Tidak mampu
7. Mengalami kesulitan
Semua bentuk rukhsah ini adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya agar tidak terbebani dalam beribadah, terutama dalam kondisi yang tidak ideal.
Antusiasme para jamaah sangat terlihat sepanjang sesi berlangsung. Materi yang disampaikan secara jelas dan interaktif membuka pemahaman baru bagi para peserta, khususnya terkait ibadah dalam kondisi khusus selama perjalanan haji.
Hari Ketiga Manasik Haji Gabungan KUA Kec. Bengkalis dan Bantan: Pemantapan Ibadah dan Layanan Ramah Lansia
Ringkasan:
Bengkalis, Senin 14 April 2025 Kegiatan manasik haji gabungan KUA Kecamatan Bengkalis dan Bantan memasuki hari ketiga dengan menghadirkan narasumber H. Zulkarnaen, S.Ag, yang menyampaikan materi penting seputar Pemantapan Ibadah dan Kegiatan Selama Penerbangan.