0 menit baca 0 %

Hari Sejuta Kiblat di Masjid Baiturrahman Desa Pasar Kembang

Ringkasan: Tembilahan (Inmas) Penyuluh Agama Islam (PAI) Kec. Keritang Zuryana bersama pengurus Masjid Baiturrahman Desa Pasar Kembang Kec. Keritang ikut serta dalam mengikuti program sejuta arah kiblat bertepatan dengan momen Rashdul Qiblah atau Istiwa A zham ketika posisi matahari tepat di atas ka bah yang j...

Tembilahan (Inmas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kec. Keritang Zuryana bersama pengurus Masjid Baiturrahman Desa Pasar Kembang Kec. Keritang ikut serta dalam mengikuti program sejuta arah kiblat bertepatan dengan momen Rashdul Qiblah atau Istiwa’ A’zham ketika posisi matahari tepat di atas ka’bah yang jatuh pada Senin (27/5/2024).

Dengan adanya momen ini, memungkinkan meluruskan kiblat, karena pada waktu yang telah diperhitungkan melalui ilmu falak, bayangan semua benda yang berdiri tegak lurus akan sejajar dengan arah kiblat. Peristiwa astronomi ini hanya terjadi dua kali dalam setahun, umumnya pada tanggal 27-28 Mei dan 15-16 Juli, ketika deklinasi matahari sama dengan lintang geografis Kabah. Tepat pada pukul 16.15 WIB pengukuran arah kiblat dilaksanakan.

Penyuluh Agama Kec. Keritang, Zuryana mengatakan hari sejuta kiblat bukanlah untuk mengubah arah kiblat, namun bertujuan menginformasikan kepada masyarakat bahwa masyarakat dapat mengukur arah kiblat dengan mudah pada tanggal tersebut. Momen ini bersifat konfirmatif sehingga jika sudah benar, akan menegaskan kebenaran arah kiblat. Jika belum benar atau ada keraguan, bisa menjadi kesempatan terbaik untuk memverifikasi arah kiblat

"Selama ini pemahaman masyarakat menilai bahwa arah kiblat di Indonesia pasti arah barat. Padahal semestinya arah barat yang condong ke utara. Dengan momen Hari Sejuta Kiblat, masyarakat dapat melihat langsung bagaimana posisi sesungguhnya arah kiblat di Indonesia, khususnya di tempat ibadahnya," ungkap Zuryana.



------------------

Editor : Maria